Penyimpangan Proyek Jalan, Karena Pengawasan Lemah

205

BISNIS BANDUNG- Diduga  adanya  pengurangan volume pekerjaan jalan aspal dalam proyek tahun anggaran 2017,  salah satunya terjadi pada rehabilitasi jalan Subang – Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang (2,480 km)  serta  beberapa proyek jalan lainnya.

Menyikapi hal itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanadi  mengingatkan agar penyimpangan seperti ini tidak terjadi lagi pada tahun-tahun mendatang. Bukan hanya pada pengerjaan jalan, melainkan pada semua pekerjaan.

Daddy menegaskan, Komisi IV sudah meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Perumahan Rakyat Jawa Barat untuk menindaklanjuti semua hasil temuan BPK. ”Ini menjadi salah satu rekomendasi Pansus LKPJ,” ujarnya kepada pers di Bandung, Kamis (30/8).

Peringatan disampaikan pula kepada Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III karena banyaknya pengurangan volume pekerjaan jalan tersebut.

”Pada prinsipnya tidak boleh terjadi pengurangan volume pada pekerjaan apapun. Hal ini pasti akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan yang  berdampak pada angka kemantapan jalan tersebut. Ini berlaku untuk semua ruas jalan, bukan hanya yang secara kebetulan diperiksa BPK,” tegas Daddy.

Adannya pengurangan volume pekerjaan jalan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III,  menurut Daddy  bisa disebabkan oleh lemahnya pengawasan pejabat terkait dan kontraktor yang nakal.

”Bisa jadi dua-duanya, bisa  juga kondisional. Jalan di kita ini kerataannya tidak selalu 100 persen ideal. Saya belum tahu pasti faktor mana yang lebih dominan yang memungkinkan terjadinya hal itu,” katanya.

Sementara Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III Agus Budiono ST MM  mengungkapkan  volume pekerjaan Laston Lapis Aus Levelling yang terhampar diukur berdasarkan jumlah tonase dari bahan yang telah dihampar dan diterima sesuai dengan tebal campuran yang dihampar.

Dipantau dengan benda uji inti, paling sedikit harus diambil tidak lebih dari 200 m. ”Jumlah benda uji inti yang diambil untuk pembayaran tidak kurang dari enam,” kata Agus.

Namun  ia  tidak menjelaskan tentang pengaruh pengurangan volume aspal jalan terhadap kekuatan dan kemantapan jalan pada ruas Jalan Subang – Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang tersebut.  Proyek Rehabilitasi Jalan Subang – Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang (2,480 km) dikerjakan oleh kontraktor PT. Bara Nugraha dengan nilai Rp4,3 miliar. (B-002)***