Kesepakatan Perdagangan Bebas RCEP Bisa Dicapai November

161

MENTERI perdagangan Singapura mengatakan kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia, RCEP, akan dicapai dalam pertemuan para pemimpin negara di Singapura November mendatang.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang meliputi sekitar setengah populasi dunia dan sepertiga PDB dunia kini menjadi pusat perhatian setelah Amerika Serikat melancarkan agenda proteksionisme dan sepihak.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan perundingan RCEP telah mencapai “tahapan paling menantang” tetapi optimistis kesepakatan sudah di depan mata.

“Kami berusaha mencapai kesepakatan luas, tonggak sejarah itu harus dicapai, atau menurut istilah kami adalah kesimpulan penting, dalam pertemuan para pemimpin negara akhir tahun ini,” ujarnya dalam jumpa pers, Sabtu (1/9).

“Seperti naik gunung, semakin dekat ke puncak, jalannya semakin terjal dan lebih menantang,” kata Chan.

Seorang sumber diplomatik mengatakan satu halangan yang masih ada adalah seberapa jauh negara peserta mau membuka pasar masing-masing untuk barang, jasa,  dan layanan.

Negara-negara RCEP harus megurangi perbedaan keinginan dan bersikap fleksibel agar bisa mengakomodasi keraguan masing-maing.

RCEP didukung oleh China, dan tidak mengikutsertakan Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi motor perjanjian regional bernama TPP, Kemitraan Trans Pasifik, namun ditinggalkan oleh Presiden Donald Trump setelah dia berkuasa awal tahun lalu.

Presiden Donald Trump yang melancarkan kebijakan mendahulukan Amerika dan terlibat perang dagang dengan China, membatalkan kehadiran dalam dua pertemuan puncak Asia pada November termasuk yang dijadwalkan berlangsung di Singapura.

Para menteri perdagangan RCEP bertemu di Singapura minggu lalu di sela-sela pertemuan ASEAN.

RCEP terdiri atas 10 negara ASEAN ditambah China, India, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru.

Kelompok dagang ini akan menjadi satu perjanjian perdagangan bebas di dunia jika anggota-anggotanya mencapai kesepakatan.

Beijing ingin memanfaatkan penolakan Washington atas TPP untuk meningkatkan pengaruhnya di wilayah dengan mendukung RCEP yang dimotori ASEAN dan mendukung perdagangan bebas.

RCEP adalah kesepakatan dagang yang lebih sederhana dengan standar aturan terbatas dan lebih ringan. (C-003/yns)***