Sekolah Panjat Tebing Merah Putih 2018 Angkatan 117

523

Kegiatan panjat tebing, sebuah kegiatan di alam bebas yang memiliki risiko tinggi. Untuk itu safety prosedur menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Terkait hal itu,Tedi Ixdiana legenda pemanjat tebing alam Indonesia, menggagas sekolah panjat tebing Merah Putih. Lulusan sekolah panjat tebing ini,kemudian membentuk Komunitas Panjat Tebing Merah Putih, sebuah komunitas yang peduli akan keselamatan memanjat tebing . Setelah berhasil meluluskan siswanya sebanyak 116 angkatan,komunitas panjat tebing Merah Putih regional Jakarta, menggelar sekolah panjat tebing Merah Putih angkatan 117 di tebing Citatah 125 Kab.Bandung yang dilakukan dari tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2018.

Materi yang diberikan , sebagian besar merupakan materi dasar yang harus dikuasai oleh para pemanjat tebing.Pada hari pertama para peserta dikenalkan dengan peralatan standar memanjat tebing,serta simulasi safety prosedur dalam melakukan pemanjatan.Pada hari pertama ini siswa sekolah panjat tebing Merah Putih kedatangan tamu , yakni sosok pionir panjat tebing modern Indonesia , Harry Suliztiarto. Ia merupakan penggagas Skygers,  komunitas panjat tebing pertama,sekaligus menggagas sekolah panjat tebing pertama pada tahun 1981.Suka duka perjalanan petualangannya memanjat tebing di dalam dan luar negeri dijelaskan secara gamblang kepada para peserta sekolah panjat tebing Merah Putih.Bahkan sang pionir panjat tebing Indonesia ini melakukan bilayer untuk Tedi Ixdiana pada ahir sesi tanya jawab .

Pada hari kedua kegiatan dilakukan sejak pagi hari,dimulai dari pengenalan alat-alat standar yang digunakan oleh para pemanjat.Alat-alat ini memiliki fungsi vital. Semua alat yang digunakan dalam pemanjatan harus dikuasai betul fungsinya oleh para pemanjat.Hal ini sangat penting sebagai antisipasi meminimalkan risiko kecelakaan.Materi dasar panjat tebing seperti memasang penambat ,ascending, teknik perintisan, hingga membersihkan alat setelah pemanjatan,  diberikan oleh para instruktur profesional.Setelah pemberian materi itu para siswa langsung mempraktekannya, hal inilah yang menjadi pembeda sekolah panjat tebing Merah Putih. Dengan metode ini penyerapan materi oleh siswa  berlangsung dengan cepat.

Tim Mandalawangi cukup beruntung bisa mengikuti sekolah panjat tebing kali ini,bahkan berkesempatan mencoba berbagai materi yang diajarkan seperti melakukan uji coba penambat serta melakukan teknik ascending yang cukup menguras tenaga.Hingga oleh instruktur diperkenankan mencoba memanjat salah satu jalur di tebing 125.Pada awal pemanjatan terbayang materi yang tadi diajarkan, dan benar saja ketika melakukan pemanjatan tidak segampang yang kita kira. Dibutuhkan konsentrasi, kewaspadaan serta kehati-hatian dalam memilih pijakan agar bisa menambah ketinggian.Setelah berjuang hampir 30 menit, akhirnya kami berhasil memanjat setinggi 20 meter,sebuah hasil cukup bagus buat pemula seperti kami.

Sekolah panjat tebing hari kedua di tutup dengan sesi tanya jawab bersama Mamay Salim , salah satu legenda panjat tebing alam di Indonesia. Kedatangan pionir serta legenda panjat tebing alam,merupakan stimulus bagi para siswa peserta sekolah panjat tebing agar terus melakukan aktivitas memanjat tebing alam.

Pada hari ketiga siswa siswi masih diberikan materi dasar panjat tebing sekaligus melakukan praktik  secara langsung. Antusias siswa siswi sangat jelas terlihat, cuaca terik tidak menghalangi mereka untuk melakukan aktivitasnya. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini bahkan beberapa di antaranya masih berusia belia. Sebagai materi tambahan dalam kegiatan sekolah panjat tebing kali ini,para instruktur memberikan materi tentang vertical rescue. Materi itu wajib diketahui oleh para pemanjat,karena materi itu merupakan pedoman dalam kegiatan evakuasi korban di medan ketinggian.Teknik menaikkan serta menurunkan korban serta memindahkan korban di medan ketinggian dijelaskan oleh para instruktur, seperti biasa diperlihatkan pula teknik teknik itu.

Menjelang sore para peserta dikumpulkan untuk mengikuti kegiatan ujian, sebagai tolok ukur keberhasilan para peserta Sekolah Panjat Tebing Merah Putih dalam menyerap materi dasar yang diberikan instruktur.Selain ujian penilaian lain untuk para peserta ialah dalam aplikasi teori di tebing. Kegiatan angkatan 117 ditutup dengan pemberian sertifikat kepada semua peserta. (E-001) ***