Situs Patiayam, Menyimpan Tinggalan Zaman Purba yang Masih Utuh

205

SITUS Patiayam berada di kawasan Gunung Muria , seluas kurang lebih 2.902,2 hektar mencakup wilayah Kudus dan  Pati. Secara morfologis Situs Patiayam merupakan sebuah kubah (dome) dengan  puncak tertinggi (Bukit Patiayam) 350 meter di atas muka laut. Di daerah Patiayam terdapat batuan dari zaman Plestosen yang mengandung fosil vertebrata dan manusia purba yang terendap dalam lingkungan sungai dan rawa-rawa.

Situs itu merupakan salah satu situs terlengkap. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya manusia purba (homo erectus), fauna vertebrata dan fauna invertabrata. Juga alat-alat dari batu  hasil budaya manusia purba yang ditemukan dalam satu aera pelapisan tanah yang tidak terputus, minimal satu juta tahun yang lalu.

Situs  Patiayam memiliki persamaan dengan Situs  Sangiran, Trinil, Mojokerto dan Nganjuk. Keunggulan komparatif Situs Patiayam adalah fosilnya yang utuh karenan tertimbun  abu vulkanik halus dan pembentukan fosil berlangsung baik. Di sekitarannya tidak terdapat sungai besar , sehingga fosil  tidak pindah lokasi karena erosi.

Keadaan ini berbeda dengan situs purbakala lainnya, fosil ditemukan pada endapan sungai.Dari waktu ke waktu, makin banyak fosil purba ditemukan di situs ini, sehingga perlu dibangun museum khusus sebagai tempat penampungan fosil-fosil . Museum fosil Patiayam yang dibangun masih sangat sederhana, lokasinya di Desa Terban, Jekulo, Kudus, tidak jauh dari Dome Patiayam. Di museum itu terkumpul tidak kurang dari 1.3000 fosil purba berusia antara 700.000 sampai 1 juta tahun.

Rangkaian penelitian telah dilakukan di situs itu, mulai dari tahun 1931 saat peneliti asal Belanda (Van Es) menemukan sembilan jenis fosil hewan vertebrata. Hingga tahun 2007 berbagai penelitian dilakukan dan ditemukan 17 spesies hewan vertebrata dan tulang- belulang binatang purba antara lain : Stegodon trigonochepalus (gajah purba), Elephas sp (sejenis gajah), Rhinocecos sondaicus (badak), Bos banteng (sejenis banteng), Crocodilus, sp (buaya), Ceruus zwaani dan Cervus atau Ydekkeri martim (sejenis rusa) Corvidae (rusa), Chelonidae (kura-kura), Suidae (babi hutan), Tridacna (kerang laut), Hipopotamidae (kudanil). Temuan fosil-fosil di Patiayam memiliki keistimewaan dibanding fosil temuan di daerah lain, karena ditemukan masih utuh.

Sejak 22 September 2005 situs Patiayam ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Sebelumnya situs itu sudah lama dikenal sebagai salah satu situs manusia purba (hominid) di Indonesia. Sejumlah fosil binatang purba ditemukan penduduk setempat seperti kerbau, gajah dan tulang-belulang. Fosil gading gajah purba Stegodon trigonocephalus merupakan primadona Patiayam. (E-001) ***