Kekeringan di Wilayah Sumedang Petani Lakukan Panen Lebih Awal

164

BISNIS BANDUNG – Puluhan hektare areal persawahan di Kabupaten Sumedang dilanda kekeringan.Dinas Pertanian setempat menghimbau para petani , agar pola tanam disesuakian dengankondisi cuaca saat ini. Namun dibalik himbauan Dinas Pertanian , ada petani yang tidak menghiraukannya, hingga hasil panennya merugi.  

Menurut  Sekretaris Dinas  Pertanian Sumedang,Rudy Suprayogi, berdasar laporan petugas penyuluh pertanian , areal persawahan di Sumedang  sampai dengan bulan Agustus 2018 , 100 hektar di antaranya sudah  mengering. Kemudian 40 hektar masuk katagori terancam kekeringan ,  dan di antaranya terdapat tanaman padi yang diselamatkan dengan panen lebih awal .
Kami menerima laporan per- bulan Agustus ,ada puluhan hektar lahan pertanian yang masih bisa terselamatkan dengan dipanen awal,” ujar Rudy di kantor Dinas Pertanian Jalan Pangeran Kornel Sumedang, Selasa (04/9/2018).
Rudy menambahkan, pihaknya terus menunggu  laporan terbaru perihal kekeringan ,agar bisa cepat ditangani dengan cara dan upaya yang dilakukan pihak Dinas,diantaranya dengan  memberikan bantuan sarana pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani
,seperti pompa air, walau itu bukan solusi yang tepat,mengingat kondisi cuaca  dan   sumber air yang dapat dialirkan dengan pompa ke  sawah.
Selain memberikan bantuan sarana pompa air,pihak Dinas Pertanian juga menganjurkan pola tanam
terkait  cuaca saat ini,   para petani bisa konsultasi dengan petugas penyuluh pertanian  yang tersebar di beberapa desa  wilayah-Sumedang. “ Namun demikian kembali  ke sikap petaninya,apakah  bisa menjalankannya  atau tidak , petunjuk dari petugas,” ungkap Rudy.
Diakui Rudy , pihaknya terus berupaya memberikan bantuan pompa air kepada beberapa kelompok tani agar bisa mengalirkan air ke sawahnya di daerah daerah yang masih memiliki sumber air, sehingga kebutuhan pengairan sawah  bisa dipenuhi.
Masalah kekeringan saat ini ,dikemukakan Rudy ,  diperparah dengan banyak saluran irigasi yang kering kerontang  pada musim kemarau  ini. Selain terdapat  pompa air yang tidak bisa difungsikan karena tidak  ada sumber air .
Akibatnya,
para petani tidak bisa menggarap sawahnya, karena sejumlah sumber mata air  termasuk irigasi yang ada, sudah mengering. Sejumlah petani terpaksa melakukan percepatan panen, untuk mengurangi kerugian.Sudah dua bulan lebih akibat kemarau panjang,persawahan mereka mengalami kekeringan .   Mansyur,petani warga desa Cijeunjing Kecamatan Jatigede Sumedang mengatakan, dirinya terpaksa melakukan panen lebih awal  karena  sawahnya tidak teraliri lagi air dari irigasi.Meski ada bantuan dari kelompok tani berupa pompa air,namun  dengan kondisi musim kering  ini,   pompa air  tidak bisa dipakai,karena sumber airnya  kering.
“Rugi
.. ya pasti rugi kalau panen awal,tapi lebih rugi lagi kalau tidak dipanen awal,karena sudah tidak ada lagi sumber mata air, terpaksa kami panen awal,”ujarnya.
Sisi lain, Mansyur dan petani lainnya lebih memilih membiarkan sawahnya terlantar dan ditumbuhi rumput ilalang. Karena sudah tidak ada lagi sumber air yang bisa menyelamatkan tanaman padi di persawahan mereka.Mereka berharap pemerintah untuk  pembangunan dan memfasilitasi ketersediaan sistim pengairan untuk mengairi areal sawah.  Sebab dampak dari kekeringan ini sangat berpengaruh pada penurunan pendapatan petani,” tambah Mansyur. (E010) ***