Oncom Pasireungit Memiliki Ciri Khas dan Lezat

307

BISNIS BANDUNG – Sentra produksi oncom  di Desa Pasireungit, Kec. Paseh, Kab. Sumedang , seperti umumnya di kabupaten lain, produksi  oncom  dilakukan warga Pasireungit dalam skala usaha rumahan. Oncom Pasireungit dikenal karena memiliki ciri khas  dalam penggunaan bahan baku  kacang kedelai .
Penjualan oncom Pasireungit, umumnya dilakukan perajin dengan cara dijual berkeliling menggunakan sepeda motor atau dijual  di pasar tradisional di Sumedang. Antara lain,  Pasar Tanjungsari, Pasar Paseh, Pasar Sumedang dan pasar  lainya di wilayah Sumedang. Sedangkan yang dipasarkan di wilayah Kota Bandung, dijual di pasar Ujungberung dan Cicaheum. Harga  oncom Pasireungit  dijual pedagang di pasar Rp 5.000 – 6.000/potong.
Pembuatan oncom di Pasireungit ,  dilakukan secara turun-temurun . Pembuatan oncom  dijadikan sebagai ladang usaha,  dimulai sekitar tahun 1965. Waktu  itu, banyak perajin oncom Pasireungit menjualnya  berkeliling  naik sepeda dan dipikul , dijajakan ke Tanjungsari ,Cimalaka dan wilayah Sumedang lainnya, diantaranya dijual sampai ke Kota Bandung .
Pada tahun 1980-an penjualan oncom  Pasireungit mulai “dikembangkan”,  beberapa pemilik usaha menggunakan jasa  agen yang bisa memasarkannya sampai ke Bandung.  Walau kebanyakan, pemilik usaha  oncom masih memilih menjual sendiri secara berkeliling, walau ada  risiko tidak semua oncom terjual habis .
Sejalan perjalan waktu, usaha pembuatan dan pedagang  oncom Pasireungit  menurun, semula terdapat  sekitar 60 kepala keluarga (KK) perajin , kini hanya tinggal 21 kepala keluarga yang masih bertahan mengembangkan usaha membuat oncom .
Perajin oncom  menyebutkan, berkurangnya jumlah perajin karena akhir-akhir ini kondisi pasar kurang  mendukung. Salah satunya makanan siap saji  dan berbagai makanan modern yang  semakin banyak dan mampu memikat konsumen untuk membelinya.
Selain itu, beberapa perajin mengaku  beratnya mempertahankan  usaha akibat meningkatnya harga bahan baku . Harga  kacang  yang kualitasnya bagus, kini harganya Rp 18.500,00/kg, kualitas sedang Rp 17.500,00/kg yang umumnya produk impor.
Disamping itu sejumlah perajin oncom menyebut,  sulit terdongkraknya harga jual oncom produk mereka , penyebabnya karena  konsumen tidak bisa membedakan  kualitas produk oncom yang mereka buat dengan produk dari daerah lain yang kualitasnya lebih rendah. “Pembeli
maupun  bandar , mempersamakan harga oncom Pasireungit  dengan jenis oncom yang bahan bakunya dicampur bahan lain agar lebih irit,”ucap Ade , pedagang oncom Pasireungit yang menjajakan daganganya menggunakan sepeda.
Menurut Mamah Sukandar, perajin oncom Pasireungit , hal itu karena  banyak konsumen belum mengetahui kekhasan dan kelezatan  oncom Pasireungit. Tapi bagi mereka yang sudah mengetahui, biasanya tidak pernah mempersoalkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan oncom lain, bahkan ada pembeli yang sengaja datang ke tempat  produksi.
Mamah Sukandar menyebutkan, tantangan utama memproduksi oncom , berasal dari harga kacang tanah yang terus naik, tidak stabil , saat ini harganya mencapai Rp 18.000/kg. Berubah- ubah  yang berpengaruh pada proses penjualan.
“Bingung jadinya ,mau naikin harga oncom ,takutnya pembeli keberatan,tapu kalau  enggak dinaikin kita  rugi,jadi serba salah,”tutur Mamah Sukandar, Senin (3/9/18) di rumah produksinya..
“Tingginya harga bahan baku sebenarnya  bisa teratasi, jika harga jual oncom Pasireungit berbeda dengan jenis oncom yang banyak dijual di pasar. Sayangnya, segmen makanan tradisional di Jabar, termasuk oncom, masih harus diperjuangan melalui promosi yang lebih gencar, agar  semakin diketahui dan diminati para pembeli, termasuk para wisatawan ,” Mamah menambahkan. (E-10) ***