Pemerintah Resmi Batasi Impor Moge dan Mobil Mewah

173

Akhirnya Pemerintah resmi melakukan penyesuaian terhadap PPh (Pajak Penghasilan) pasal 22, atas 1.147 pos tarif barang konsumsi diimpor.

Produk otomotif seperi mobil mewah yang didatangkan utuh (CBU) dari luar negeri dan juga motor besar (moge) ikut masukĀ  di dalamnya.

Hal ini merupakan sebuah strategi untuk menahan pertumbuhan impor sebesar 24,5 persen Januari-Juli 2018, sedangkan ekspor hanya naik 11,4 persen, yang menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan pada semester I/2018 sebesar 2,6 persen dollar AS.

Jika sebelumnya tarif PPh 22 untuk barang mewah impor dikenakan 7,5 persen, kini menjadi 10 persen.

Selain PPh 22, pemerintah juga bakal menaikan bea masuk untuk mobil mewah, yang tadinya dipatok antara 10 sampai 50 persen menjadi rata 50 persen. Hal tersebut, juga ditambah pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Pemerintah juga memberlakukan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM antara 10 sampai 125 persen. Dengan adanya rincian tarif itu, maka total biaya yang dikeluarkan apabila mengimpor mobil sebesar 190 persen dari harga mobil.

“Instrumen PPh ini dilakukan untuk mengendalikan impor dari barang barang. Kami melakukan penelitian dan kajian detail. Pengaruhnya seminim mungkin tidak untuk menghambat produksi industri dalam negeri,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis Bandung, Rabu (5/9/2018).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, ukuran mobil mewah adalah mobil dengan ukuran kapasitas mesin lebih dari 3.000 cc. Meski demikian, dia mengakui mobil dengan kapasitas tersebut masih cukup kecil di Indonesia.

“Kategori sudah pasti dari segi harga sudah tinggi, kemudian kita sudah punya kriterianya itu, kan dari PPnBM. Dari jenis dan nilainya. Mobilnya 5.000 cc, kategorinya supercar, nah itu sudah pasti. Kan enggak ada supercar yang tidak mewah. Ya memang 3.000 cc ke atas. Memang kecil, memang kalau dari segi jumlah kan tidak besar,” jelasnya. (E-002/BBS)***