Mengikis Angka Kemiskinan Melalui Sektor Peternakan

274

BISNIS BANDUNG — Pemberdayaan peternak dijadikan program Dompet Dhuafa menjadi salah satu  program pemberdayaan  bidang ekonomi  untuk mensejahterakan masyarakat miskin (kaum dhuafa) melalui sektor peternakan.

Menurut  Manajer Ekonomi Dompet Dhuafa (DD) Kamaludin , program pemberdayaan peternak yang dilakukan DD , mencakup bantuan pembuatan atau perbaikan kandang, modal usaha berupa bakalan ternak (jantan dan betina), pakan, peningkatan kapasitas dalam beternak (meliputi cara pengolahan pakan, manajemen ternak, kesehatan ternak, perawatan ternak hingga pemasaran ternak), dan pendampingan. “Program tersebut diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar ternak. Khusus untuk domba, kambing  dan sapi, setiap ternak yang dikelola akan diserap melalui program THK (Tebar Hewan kurban). Selain itu juga untuk kebutuhan pasar lokal dan aqiqah”, ungkap Kamaludin kepada BB, baru-baru ini.

Dikatakan Kamaludin, disetiap lokasi pemberdayaan peternak  akan dikelola oleh 30-50 peternak. Dengan jenis hewan utama adalah domba, kambing dan sapi. Juga terdapat lebah, puyuh dan ikan .

 Lokasinya tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Maluku. Mayoritas peternak ada di pulau Jawa dengan jenis hewan peliharaan domba dan kambing.

“Setiap tahunnya akan ada program pemberdayaan peternakan,  kuantitasnya mengikuti  program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa,”ujar Kamaludin.

Dijelaskan Kamaludin , untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan peternak,  metode yang diterapkan DD  berupa pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi terhadap para binaan. Hasilnya cukup memuaskan, ujar Kamaludin . Secara kuantitas, lanjutnya  ,  sesuai dengan proyeksi tahunan DD dalam pengembangan pemberdayaan  dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan keluarganya.  Daya beli peternak binaan Dompet Dhuafa  meningkat  yang berdampak pada meningkatnya perputaran uang setempat.  ”Apabila peternak sudah mampu mengelola ternaknya dengan baik,  otomatis kesejahteraannya akan meningkat dengan pendapatan minimal setara UMK setempat,”tutur Kamaludin.

Dikemukakan Kamaludin , penerima  program peternakan cukup antusias karena mereka merasakan langsung manfaat dari program ini. Sumber anggaran program pemberdayaan peternak ini berasal dari dana zakat dengan penerima manfaat (peternak) yang masuk kategori asnaf fakir dan miskin.

Sedangkan bantuan dari pemerintah berasal dari Dinas Peternakan yang membantu dalam hal penyuluhan kesehatan ternak. Untuk wilayah pemberdayaan tahun depan (2019), DD  tengah mengembangkan potensi di Indonesia Timur , khususnya di wilayah Nusa Tenggara. Apalagi saat ini NTB tengah dilanda musibah gempa, tentu dibutuhkan pengembangan ekonomi untuk memulihkan keadaan warga disana, demikian juga dengan NTT, ada beberapa kawasan  yang sedang kita kembangkan dalam berbagai sektor.

Menurutnya, kendala yang dihadapi dalam mensukseskan program pemberdayaan peternak , di antaranya faktor eksternal  yang jadi kendalanya adalahi cuaca , seperti musim kemarau, kurangnya pakan ternak. Upaya untuk mensukseskan program pemberdayaan peternak menurut Kamaludin,  upaya yang dilakukan oleh DD dengan cara  peningkatan kapasitas kemampuan peternak dalam mengembangkan dan mencari alternatif pakan, pengembangan manajemen ternak dan membuka akses pasar.  (E-018)***