TRINSEO INDONESIA MENYELENGGARAKAN KELAS SENI BERBAHAN DASAR STYROFOAM BEKAS

11

PT Trinseo Material Indonesia perusahaan global yang fokus sebagai produsen plastic,lateks dan karet beberapa hari lalu mengujugi sd taruna bakti,sebuah sekolah dasar yang berlokasi di bandung menyelenggarakan kelas seni kreatif bersama anak – anak dengan menggunakan bahan daur ulang styrofoam sebagai medianya. bersama eko herry waluyo seorang aktivis lingkungan dan juga seniman daur ulang styrofoam dari Jakarta. mengajarkan anak – anak untuk memanfaatkan kemasan makanan berbahan polystrene agar dapat menjadi karya seni yang bermakna.

Hanggara sukandar prisiden direktur dari PT Trinseno material indonesia dalam sambutanya mengatakan bahwa acara ini adalah salah satu bentuk dari komitmen trinseo dalam menjaga lingkungan secara lokal maupun global. menyadari pentingnya pembuangan sampah dengan cara yang tepat dan adanya kebutuhan mendaur ulang sampah.

Hal ini juga pihak sekolah taruna bakti menyambutnya dengan baik dan tangan terbuka dengan adanya kelas kreatif ini sehingga kepala sekolah sangat mendukung sekali dengan program ini, karena bisa memberikan edukasi yang baik tentang sampah yang didaur ulang sehingga manfaat bagi siswa dan siswinya untuk berkreativitas serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya .

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari kelas seni kreatif yang terbuat dari Styrofoam bekas. Kegiatan daur ulang ini dapat membantu siswa kami untuk mengekspresikan kreatifitas mereka serta meningkan kesadaran mereka terhadap
lingkungan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah kami untuk menjadi sekolah yang
ramah lingkungan,” ungkap Irma.

Selain itu seniman ini mengajarkan anak – anak untuk memanfaatkan kemasan makanan berbahan polystrene untuk dijadikan karya seni lukis ataupin seni sehingga anak – anak bisa berkreativitas sebagi mungkin.

Sementara itu, Eko Herry Waluyo yang secara khusus datang dari Jakarta untuk hari ini, mengatakan bahwa ia sangat mendukung acara yang dapat menggabungkan kreatifitas dengan sampah. Pria berumur 54 tahun itu pertama kali memulai perjalanannya di bidang ini sejak tahun 1990.

“Pada usia 29 tahun saya telah menekuni bidang ini, saya percaya bahwa perilaku daur ulang harus diajarkan dari tahap awal untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab mereka,” kata Eko.

Eko berharap di masa depan akan semakin banyak acara yang diadakan oleh Trinseo dalam mendidik anak-anak untuk menciptakan sesuatu yang lebih berharga dengan Styrofoam bekas. (E-011)***