Cari Dana Segar Rp29 Triliun, Cara Gojek Jegal Grab di Asia Tenggara

154

GOJEK langsung tancap gas melawan Grab dalam ekspansi pasar di luar Indonesia. Gojek dikabarkan sedang penjajakan suntikan dana baru senilai US$2 miliar atau Rp29 triliun.

        Menurut perusahaan investasi Singapura, Monk’s Hill Ventures (bukan investor Gojek) langkah itu merupakan usaha startup asal Indonesia tersebut untuk menjegal Grab di pasar Asia Tenggara.

        Sebelumnya, Gojek menargetkan sepanjang tahun ini mendapat suntikan dana segar senilai US$3 miliar atau Rp44 triliun. Managing Director Monk’s Hill Ventures, Kuo-Yi Lim mengatakan persaingan dengan Grab tak sebatas merebus geografis atau pasar tapi juga bagaimana menyediakan berbagai layanan apakah itu pengiriman atau pembayaran.

        “Ada juga sedikit perlombaan yang sedang berlangsung dalam penggalangan modal dua pesaing ini,” ungkap Kuo-Yi Lim, seperti dikutip dari Straits Times, Senin, 17 September 2018.

        Perwakilan Gojek sejauh ini belum memberi tanggapan atas kabar tersebut.

        Akan tetapi, sinyal Gojek sedang berburu dana segar memang disampaikan oleh Presiden Gojek, Andre Soelistyo. “Kami sedang membangun kekuatan bisnis yang benar-benar ingin membuat perubahan di Indonesia dan ekspansi di Asia Tenggara,” tegas dia, dalam panel Milken Institute Asia Summit, akhir pekan lalu.

        Gojek terus menaikkan valuasi perusahaannya. Terakhir, Gojek mendapatkan suntikan dana senilai US$1,5 miliar atau Rp22 trilun dari investor baru. Pada suntikan dana terakhir, posisi valuasi Gojek mencapai US$5 miliar atau Rp73 triliun.

        Beberapa investor yang sudah menyuntikkan investasinya ke Gojek beberapa di antaranya yaitu Tencent Holdings, Temasek Holdings dan Warburg Pincus. Sumber anonim yang mengetahui kabar ini mengatakan Gojek kemungkinan akan mengunci putaran baru suntikan dana segar ini dalam beberapa pekan ke depan. (C-003/dhi)***