Dr. H. Amung Ma’mun , Membuka Satu Pintu Kebaikan Bagi Orang Lain

241

Ia adalah sosok akademisi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Itulah Dr.H.Amung Ma’mun kelahiran Garut, 19 Januari 1961 yang dikenal sebelumnya sebagai salah seorang atlet   olahraga bola voli jabar , atlet nasional kelompok Pegawai Negeri Sipil dalam Asian Service Games 2015. Jabatan yang pernah diembannya, antara lain  Dekan FPOK-UPI (2000-2008), Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat (2008-2011), jabatan terakhir Staf Ahli Kemenpora ( 2011-2016)

Amung Ma’mun saat menekuni olahraga Jabar sempat menjadi  kapten tim bola voli, dan  merupakan pengalaman berharga yang berkontribusi pada perjalanan dalam menekuni profesi dan jabatannya . Setelah berakhir ”pensiun” sebagai  atlet bola voli pada tahun 1987, ia berpindah ke olahraga tennis karena secara kebetulan lembaga tempat kerjanya (almamater) membutuhkan pemain untuk bertanding antar dosen IKIP se Indonesia. 10 tahun dilewatinya sebagai pemain tennis Perguruan Tinggi dengan empat kali juara, tiga kali runner up dan tiga kali rangking ke empat (1987-1997). Kini menekuni golf yang sudah ditekuninya lebih dari 20 tahun, puncaknya ia menjadi atlet nasional kelompok pegawai negeri sipil dalam Asian Service Games 2015 di Kuala Lumpur Malaysia.

Penganut moto hidup : Membukakan satu pintu kebaikan bagi orang lain yakinlah bahwa seribu pintu kebaikan akan ada yang membukakan , mengaku, sudah 32 tahun menggeluti dunia akademisi, spesialisasinya dalam kebijakan olahraga (sport policy), ketertarikannya karena olahraga telah menjadi instrumen dalam mengembangkan diri, orang lain, masyarakat dan rakyat pada umumnya dalam suatu negara, hanya dengan kebijakan perolehan hasil dapat dipercepat. Menurutnya spesialisasi ilmunya tersebut unik dan menarik, karena peristiwa gerak bisa merangsang seluruh potensi diri berkembang. Diakui  H.Amung Ma’mun, untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi yang dilakukannya  melalui penelitian , kemudian dituliskan menjadi sebuah artikel atau berkolaborasi dan berdiskusi untuk menghasilkan karya bersama

Selama menjadi akademisi, ia telah membuat tujuh berbagai topik tulisan, sedang artikel ilmiah sudah puluhan termasuk dua yang terindeks bereputasi (scopus). Menurutnya, yang paling berkesan hasil tulisan dalam tiga buah bukunya, yakni Kepemimpinan dan Kebijakan Pembangunan Olahraga , Pembangunan Olahraga: Konsep Strategi dan Implementasi Kebijakan  dan Olahraga, Kepemimpinan dan Politik. Sedangkan penghargaan yang sempat diraihnya , antara lain Karya Bakti Satya 10, 20 dan 30 tahun dari Presiden , dari Gubernur Jawa Barat sebagai Ilmuwan Olahraga 2006 dan 2016 , dari Presiden Asean Service Games 2015 di Kuala Lumpur , dari Kepala BAKN dan Gubernur Jawa Barat sebagai Atlet Golf dalam Asian Service Games tahun 2015, penghargaan dari Rektor UPI dan  Kemenpora RI . Penghargaan dari Kemenpora Ahli Menteri, menurut  ayah Ferry Budiman Ma’mun, SE., MBA, Sally Hanako Budiarti, S.Mn dan Sandy Indimas Budiarta, S.Mn terkait berahirnya tugas sebagai Staf Ahli Kemenpora .

Kepada BB , Amung Ma’mun menceritakan, pengalaman menarik selama menggeluti profesi sebagai akademisi  bidang olahraga adalah kesempatan untuk berkiprah menjadi birokrat, selepas tugas sebagaii Dekan FPOK-UPI (2000-2008), berlanjut menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat (2008-2011),  dan Staf Ahli Kemenpora ( 2011-2016). Di samping  berkiprah di KONI Jabar 1998-2002 sebagai Ketua Bidang Litbang dan 2006-2010 sebagai Ketua Dua Bidang pembinaan prestasi.

Penggemar warna merah dan putih ini berpendapat, dunia olahraga di Indonesia kulturnya belum terbangun, baik dalam memaknai olahraga sebagai ilmu dan keterampilan teknis di lapangan. Kebijakan yang diambil belum mencerminkan hakikat olahraga sebagaimana nilai yang terkandung di dalamnya. Faktor yang menyebabkan Indonesia mengalami kondisi seperti itu , sebab kebijakan olahraga g belum bersanda pada kaidah ilmu dan isu strategis yang menjadi concern dunia internasional yang dikeluarkan UN. “Untuk membenahi kondisi olahraga saat ini butuh modal sikap pandang yang mendudukan dunia profesionalisme dalam meluncurkan kebijakan dan tata kelola keolahragaan dan. Butuh  RPJPN (rencana pembangunan jangka panjang nasional) selama 20 tahun),” pungkas Amung, akhir pekan lalu kepada BB. (E-018)***