Musim Kemarau Berkah Buat Petani Tembakau

223
Petani memanen daun tembakau di Desa Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur, Senin, 27 Agustus 2012. [TEMPO/Imam Sukamto; IS2012082714]

BISNIS BANDUNG –  Desa Sukasari Sumedang merupakan sentra penghasil tembakau di Kabupaten Sumedang,  sebagian besar masyarakatnya bertani tembakau. Walau  merupakan petani tembakau berskala kecil sampai menengah, tapi semangat mereka sebagai petani tembakau sampai sejauh ini bisa bertahan , tidak ada yang alih mata pencaharian .

Pada musim kemarau tahun ini, mereka tidak gagal panen seperti dialami petani padi yang merugi karena tanamannya kekeringan. Petani tembakau  Sukasari , justru pada musim kemarau ini sangat diuntungkan. Pada musim kemarau , petani tembakau  memperoleh hasil panen tembakau yang melimpah dengan kualitas baik. Berbeda  jika masa tanam tembakau pada musim penghujan, kualitasnya  kurang baik dan banyak yang rusak.

Menurut  Acek petani tembakau Desa Banyuresmi Kecamatan Sukasari Sumedang,  tanaman tembakau pada musim kemarau  tidak membutuhkan banyak air ,  cukup dengan cara disiram saja. Sebaliknya , jika masa tanam tembakau dilakukan saat  musim hujan ,  petani tembakau akan merugi.

”Selain tanaman tembakau akan terancam gagal panen, karena terus-terusan diguyur hujan, juga  petani tembakau  kesulitan dalam menjemur tembakau,” tutur Acek,Selasa (18/09/2018).

Karena saat proses penjemuran tembakau berpacu dengan kondisi cuaca , jadi kalau terus-terusan turun hujan  penjemuran tembakau akan  terhambat, pengeringan tembakau akan memakan waktu cukup lama.

“Tapi apabila masa tanam tembakau dilakukan pada musim kemarau hasil panen tembakau akan lebih baik, juga  penjemurannya akan memperoleh hasil yang sempurna,” tuturnya.

Diakuinya, harga jual hasil panen tembakau pada musim tanam tahun sekarang cukup memuaskan dengan harga perkilogramnya antara Rp 40.000 sampai Rp 60.000.

“Mudah-mudahan saja harga tembakau yang telah stabil seperti ini bisa tetap bertahan,” harapnya.(E010) ***