Hutang BPJS, Distribusi Obat Ke RSUD Terancam Tersendat

160

Keterlambatan pembayaran dari pihak badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan di wilayah kabupaten bandung, tidak mempengaruhi pelayanan rumah sakit bagi warga. namun, akibat hutang ke-tiga rsud di kabupaten bandung, kendala tejadi pada persediaan obat-obatan yang terus kurang.

Rumah sakit umum daerah soreang kabupaten bandung, yang merupakan salah satu mitra kerjasama badan penyelenggara jaminan sosial atau bpjs kesehatan, mengaku ada keterlambatan pembayaran dari pihak bpjs kesehatan, selama hampir sebulan lebih. tapi, rumah sakit tetap menerima atau melayani pasien pengguna bpjs kesehatan.

Menurut humas rsud soreang, jajat sudrajat, tunggakan dari pihak bpjs kesehatan cukup berpengaruh terhadap persediaan obat-obatan. pihaknya berharap, bpjs kesehatan terutama cabang soreang, segera membayar tunggakan yang mencapai enam koma satu mikyar ripiah, agar pelayanan pasien bisa kembali optimal.

Sedangkan menurut kepala bpjs kesehatan cabang soreang, irmajanti batara, selain bermitra dengan rsud soreang, pihaknya juga bekerja sama dengan dua rumah sakit umum daerah lainnya yang berada di wilayah kabupaten bandung, yakni rsud majalaya dan rsud cicalengka, dengan total tunggakan yang belum terbayar sekitar tujuh belas milyar rupiah.

Dalam skala nasional, bpjs kesehatan total menunggak pembayaran sebesar sebelas trilyun rupiah, pada ratusan rumah sakit di seluruh pelosok indonesia. sementara itu, pihak bpjs kesehatan meminta peran aktif masyarakat, khususnya para peserta bpjs kesehatan mandiri, agar selalu tepat waktu memabayar bpjs kesehatan, mengingat hanya lima puluh persen peserta bpjs kesehatan mandiri, dari jumlah lebih dari tiga ratus ribu pasien, yang aktif membayar perbulan.

Rezytia prasaja, bandung tv.