Industri Film Lokal Menyerbu Program Akatara Besutan Bekraf

102

INDUSTRI film nasional antusias mengikuti program Akatara, besutan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Ini adalah program perjodohan antara investor dengan para pelaku industri film lokal.

Fajar Utomo, Deputi Permodalan Bekraf menyebut proposal yang masuk untuk ikut program tersebut ada 343 proposal. Adapun tahun lalu cuma 90 proposal. Lonjakan peserta tersebut tidak terlepas dari program yang ditawarkan dari Akatara 2018 ini. Yakni tidak sekedar fasilitas produksi film saja, tapi juga non produksi. Seperti studio audio, paska produksi, hingga kursus film.

Adapun rincian dari 343 proposal yang masuk terdiri dari 281 proposal produksi film dan 62 proposal non produksi. Setelah proses kurasi terpilih 53 karya yang ikut program perjodohan dengan para investor. “Kami berharap program ini tidak cuma melihat dari estetika pembuatan film saja tapi juga aspek bisnisnya,” katanya, Selasa (18/9).

Lonjakan itu kata Triawan Munaf, Kepala Bekraf  tidak terlepas dari perkembangan industri film lokal yang tengah tumbuh. Ia memproyeksi penjualan tiket film Indonesia di akhir 2018 bisa tembus 157 juta tiket. Per Agustus sudah 150 juta tiket.

Akatara

Program Akatara merupakan Indonesia Film Financing Forum yang diusung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk membantu para film maker untuk mendapatkan pendanaan dalam memproduksi sebuah film.

Akatara 2018 digelar pada 18-20 September. “Dalam hal ini kami mengundang para film maker untuk segera mendaftar program ini karena nantinya¬† dipilih sekitar 50 proposal film,” ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

Menurutnya, 50 proposal tersebut terdiri dari proposal produksi film dan non produksi film yang nantinya akan bertemu dengan puluhan investor dari dalam negeri maupun investor mancanegara.

“Mereka yang terpilih nantinya memiliki kesempatan untuk presentasi dan melakukan speed dating dengan calon investor yang tertarik memproduksi film mereka,” tuturnya.

Selain itu, tambah Fadjar proposal produksi film tersebut nantinya akan dikurasi seperti film durasi panjang dan pendek untuk genre fiksi, dokumenter, dan animasi. Sementara proposal non fiksi seperti content channel, kursus film, dan exhibition.

Perlu diketahui, tambah Fadjar pada Akatara 2017 telah menyeleksi 40 proposal film yang dipertemukan dengan 20 calon investor alhasil ada kesepakatan dalam bentuk komitmen investasi pada 10 proyek film.

“Saat ini proyek-proyek tersebut masih berlangsung salah satunya adalah film dengan judul Keluarga Cemara. Oleh karena itu, kami sangat berharap dalam program Akatara 2018 akan ada lebih banyak investor yang hadir untuk memberi dukungan kepada film maker,” ujarnya. (C-003/BBS)***