Cara Menggunakan Engine Brake

32

Beberapa manuver saat mengemudi mobil punya keistimewaan tersendiri. Tentu setiap manuver  punya teknik tersendiri untuk melakukannya. Salah satunya adalah teknik pengereman mesin alias engine brake yang bisa anda maksimalkan.

Sebenarnya sepele dan cukup mudah melakukan manuver engine brake yang baik dan benar.Penggunaan rem mesin atau biasa disebut engine brake  punya banyak manfaatnya. Apalagi saat melewati jalanan dengan kontur menurun, sehingga membutuhkan engine brake untuk mengurangi kecepatan. Engine brake akan mengurangi kecepatan sehingga kinerja rem tidak terlalu berat. Selain itu engine brake berhubungan dengan transmisi, oleh karena itu efek engine brake akan lebih terasa pada jalanan menurun.

Namun penggunaan engine brake harus didasarkan pada cara yang benar, agar mesin mobil tidak ikut “rontok”. Engine brake untuk mobil bertransmisi manual dan otomatis tentu berbeda. Tips menggunakan engine brake  :

  1. Mobil Transmisi Manual

Pada mobil manual, engine brake dilakukan dengan cara menurunkan tuas transmisi ke posisi lebih rendah. Turunkan posisi gigi secara bertahap, karena jika Anda menurunkan gigi secara melompat dapat menyebabkan kerusakan mesin dan transmisi. Perlu dicatat, gunakan rem terlebih dahulu untuk mengurangi kecepatan dan putaran mesin, setelah itu baru menurunkan gigi bertahap.

  1. Mobil Transmisi Otomatis

Secara teori cara kerjanya hampir sama dengan mobil manual. Pengemudi bisa memanfaatkan down shift ketika hendak melakukan engine brake. Pada posisi D, transmisi bisa dipindahkan ke  3, 2, atau L. Perhatikan juga kecepatan dan putaran mesin (rpm) ketika melakukan down shift. Jangan pernah putaran mesin menyentuh red line. Jika putaran mesin terlalu tinggi, mobil pun terasa mengentak, sehingga tidak nyaman hal tersebut juga berakibat rusaknya mesin dan transmisi mobil anda.

  1. Sikap Pengemudi saat Engine Brake

Bagaimanapun saat engine brake , mobil berpotensi  kehilangan kendali. Apalagi bila di transmisi manual dan melepas kopling secara kasar. Pengemudi untuk tetap sigap selama engine brake, tangan di posisi jam 9 dan 3, kaki kiri harus waspada dan siap berpindah-pindah dari pedal rem dan kopling jika mobil manual. Terlebih saat mobil berjalan melewati daerah pegunungan yang sering menemui kondisi jalanan menurun yang curam.

  1. Engine Brake Kondisi Hujan

Kesigapan dan kewaspadaan pengemudi dalam engine brake harus lebih meningkat saat kondisi hujan, baik di jalanan datar maupun menurun. Jaga jarak sekitar 50 meter dari kendaraan di depan saat mengurangi kecepatan, sebelum berbelok dan menurunkan  ke gigi rendah. Juga di mobil manual, lepas kopling secara perlahan untuk menghindari ban mengunci saat melepas kopling.

  1. Rev Matching

Ini adalah teknik untuk melakukan engine brake secara halus. Jadi pada saat kita menginjak kopling dan memindahkan ke gigi rendah, gas diinjak supaya putaran mesin naik. Dengan demikian saat pedal kopling dilepas terasa halus. Selain lebih nyaman, teknik ini juga membuat ban tetap berada pada traksi maksimal. Latihan dan keterbiasaan diperlukan supaya bisa mengeksekusinya secara benar. Di dunia balap, teknik ini dikenal dengan heel and toe dengan kaki kanan menginjak rem dan gas, sementara kaki kiri menginjak kopling.(E-002/BBS)***