Tahun 2019 Motor Skutik Tetap Akan Jadi Raja

106

Astra Honda Motor (AHM) pada tahun 2019 memproyeksikan penjualan sepeda motor nasional stabil,  sekitar 6,2-6,3 juta unit dibandingkan tahun ini. Pasar motor tahun 2019 akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, harga komoditas dan pemilu.

Direktur Keuangan AHM Erik T. Sadikin mengatakan, proyeksi itu bisa tercapai dengan catatan pertumbuhan ekonomi nasional dan harga komoditas sama seperti tahun 2018. “Kami juga berharap kondisi politik tetap kondusif saat pilpres. Penjualan Honda diproyeksikan sama seperti tahun 2018, berkisar 4,5-4,7 juta unit,” tutur Erik.

AHM  juga memperhatikan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve pada Desember 2018 hingga 2019. Jika kebijakan The Fed tersebut direspons Bank Indonesia (BI) dengan mengerek suku bunga acuan, target volume penjualan AHM akan terpengaruh.

“Kalau inflasi tinggi, pasti BI menaikkan suku bunga. Dilihat dari sejarahnya, begitu infasi sampai 10%, pasti berdampak ke daya beli masyarakat dan industri motor terpengaruh,” kata Erick.

Sementara itu, untuk ekspor motor dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) Erik mengatakan, dari waktu ke waktu, kenaikannya cukup signifikan. Tahun 2019, volume ekspor motor diprediksi berkisar 500- 600.000 unit, naik 25-50% dari estimasi 2018 sebanyak 400.000 unit.

Dia mengaku, AHM tak ingin berlomba memacu ekspor dengan rival utamanya Yamaha. AHM lebih berusaha menjadi basis produksi Honda di Asean dan Asia.

“Semakin kami dipercaya menambah ekspor, itu menunjukkan bahwa mitra kami makin percaya dengan buatan Honda Indonesia. Itu yang kami harapkan, sehingga ke depan ekspor tumbuh terus,” ujar Erick.

Untuk tren motor 2019, lanjut Erick, segmen skuter otomatik (skutik) tetap akan menjadi raja dan primadona. Namun, ada pergeseran dari skutik bawah ke premium. Pergeseran ini sudah terjadi pada tahun 2018, terlihat dari membesarnya penjualan skutik premium, seperti Honda PCX dan Yamaha NMax.

“Jadi, kami harus fokus ke sana, karena dalam situasi seperti ini, pembeli ternyata malah bergeser ke produk mahal, bukan ke sport, melainkan ke skutik high-end,” kata dia menjelaskan.

Untuk penjualan motor bebek (cub) diprediksi stagnan. Sementara penjualan motor gede (moge) atau big bike, Erik menilai, masih stabil, kendati dolar AS menguat. Saat ini, AHM masih mengimpor moge. (E-002)***