Imbau Masyarakat Investasi Saham Ketimbang Tanah

174

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyarankan masyarakat berinvestasi di pasar saham, ketimbang membeli tanah. Investasi di pasar saham dinilai memberikan keuntungan yang lebih cepat.

Menurut Darmin, investasi dengan membeli tanah kosong memang dapat memberikan keuntungan hingga berkali-kali lipat. Namun, dibutuhkan jangka waktu minimal 10 tahun agar mendapatkan keuntungan dari investasi tanah.

“Orang suka menahan 30 tahun tanahnya, ya harga memang naik 100 kali lipat. Tapi harus tahan 30 tahun,” kata Darmin, Rabu (2/1).

Berbeda dengan investasi di pasar modal, jika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tinggi, maka keuntungan bisa diambil saat itu juga dengan menjual langsung sahamnya. Dengan kata lain, investasi di saham terbilang lebih liquid.

“Yang ingin saya tekankan di sini perlu terus-menerus meyakinkan masyarakat, ini bukan hal mudah karena orang beli tanah bukan tanpa alasan. Beli tanah kan tidak pernah rugi,” terang Darmin.

Ini berbeda dengan investasi pada pasar saham yang memiliki risiko kerugian, jika harga saham turun. Maka itu, Darmin menyebut penting bagi pemangku kepentingan di bidang jasa keuangan untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.

“Ya ini barang kali satu integritas pasar modal. Lalu lebih efisien ya, kemudian pendalaman pasarnya juga diperhatikan,” ucap Darmin.

Pada akhir 2018, IHSG tercatat turun 2,53 persen dari tahun sebelumnya di level 6.355 ke level 6.194. Meski turun, Darmin mengklaim penurunannya masih cukup terjaga dibandingkan bursa saham Asia Pasifik lain.

“Pasar modal Indonesia boleh dikatakan menempati posisi kedua terbaik di Asia Pasifik,” pungkas Darmin. (C-003/agi)***