Dirjen Pas Tak Tahu Keberadaan Tas Mewah Dari Wahid Husein

71

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Sri Puguh Budi Utami, Mengaku Tidak Mengetahui Pemberian Tas Mewah Dari Mantan Kalapas Sukamiskin,Wahid Husein. Hal Tersebut Disampaikan Sri Puguh Budi Utami, Saat Menjadi Saksi Dalam Sidang Kasus Dugaan Jual Beli Fasilitas Lapas,Di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

Sidang perkara kasus jual beli fasilitas lapas sukamiskin bandung,kembali digelar pengadilan negeri bandung. Dalam sidang kali ini,jaksa komisi pemberantasan korupsi menghadirkan empat saksi,salah satunyadirektorat jendral pemasyarakatan,sri puguh budi utami.

Di depan majelis hakim yang dipimpin suradi,dirjenpas sri puguh budi utami mengaku, tidak mengetahui pemberian tas mewah dari mantan kalapas sukamiskin,wahid husein,dan tidak mengetahui jual beli bilik asmara oleh wahid husein dengan sejumlah narapidana di lapas sukamiskin bandung.bahkan,dirinya mengaku baru mengetahui kasus tersebut, setelah ramai diberitakan di sejumlah media massa.

Bahkan, sri puguh budi utami baru mengetahui pemberian tas tersebut, saat di pengadilan,ketika ia menjadi saksi. Saat itu, supir yang menerima tas tersebut. Ia pun merasa kesal, karena supir tidak memberi tahu dirinya.

Berdasarkan dakwaan jaksa, terdakwa wahid husein,mantan kalapas sukamiskin,diduga telah menerima suap berupa sejumlah barang mewah dan uang,atas fasilitas di dalam lapas, dari sejumlah narapidana korupsi,diantaranya fahmi darmawansyah selaku suami ineke koesherawati, dan tubagus hairi wardana.

Yuwana kurniawan, bandung tv.