Seorang Warga Menjadi Korban Kejahatan Pecah Kaca

83

Berhati-Hatilah Saat Memarkirkan Kendaraan Di Tengah Keramaian. Di Kota Cimahi, Rabu Malam, Seorang Pimpinan Pekerja Proyek Harus Kehilangan Laptop Dan Uang Jutaan Rupiah, Setelah Raib Digondol Mailng. Pelaku Memecahkan Kaca Mobil Saat Korban Lengah, Dan Menggasak Barang Berharga Di Dalam Kendaraan. Modus Pecah Kaca Terjadi Untuk Kesekian Kalinya Di Wilayah Kota Cimahi, Meski Sejumlah Komplotan Telah Dibekuk Polisi.

Ramdani gunawan, seorang pimpinan pekerja proyek pengerjaan instalasi pembuangan limbah atau ipal di kota cimahi, kehilangan sejumlah barang berharga, termasuk uang jutaan rupiah yang disimpan di dalam kendaraan. Korban mendatangi mapolres cimahi, sekaligus memberikan laporan ke aparat kepolisian yang menyelidiki. Bagian samping kaca mobil jenis sedan miliknya sudah dipecahkan pelaku.

Peristiwa ini terjadi malam hari, di sekitar jalan baros, kecamatan cimahi selatan. Saat itu, korban memarkirkan kendaraan untuk membeli makanan. Mobil korban diparkir tepat di belakang truk. Namun, tidak sampai 15 menit membeli makanan, korban dikejutkan dengan kondisi kaca bagian samping sudah pecah. Saat melihat ke kursi jok belakang, satu unit laptop dan uang tunai sebsar 7 juta raib.

Kamis pagi, korban melaporkan peristiwa ini ke petugas satreskrim polres cimahi, dan merugi setidaknya 15 juta rupiah. Polisi yang menyelidiki, masih meminta keterangan sejumlah saksi. Diduga, korban sudah diikuti sebelum kejadian di jalan raya baros. Saat korban lengah, pelaku yang diduga berjumlah dua orang, memecahkan kaca dengan alat khusus.

Akhir tahun 2018 lalu, polres cimahi sudah membekuk 5 orang komplotan spesialis pecah kaca mobil di berbagai lokasi. Diduga, pelaku yang di jalan raya baros, masih satu jaringan dengan komplotan yang sudah dibekuk. Polisi yang melakukan olah tkp, sudah mencari informasi dari sejumlah saksi dan juga rekaman kamera pengintai cctv di beberapa titik dekat lokasi pencurian. Masyarakat dhimbau untuk selalu waspada  saat memarkirkan kendaraan, karena kejahatan mengintai.

Algi muhammad gifari, bandung tv.