Koleksi Benda Di Museum Kota Bandung Media Informasi Masa Lampau

88

Selain taman kota, pegunungan, museum juga menjadi satu obyek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat karena di dalamnya terdapat koleksi-koleksi berbagai benda seni, budaya dan sejarah yang patut diketahui. Masyarakat bisa mengetahui kehidupan  masa lampau melalui pameran dan informasi yang tersaji di museum.

Sebab itu, pada Oktober 2018, Wali Kota Bandung Oded M Danial meresmikan dan penandatanganan prasasti Museum Kota Bandung yang terletak di Jalan Aceh yang keberadaannya didukung oleh CSR dari beberapa perusahaan, termasuk Djarum Foundation. Suasana peresmian tampak meriah dengan suguhan hiburan seni tradisional modern Ega Robot Ethnic Percussion.

Dalam peresmian tersebut, hadir Wakil Walikota Bandung Yana Soeparjo, pimpinan Disparbud Kota bandung, keluarga sesepuh Walikota Bandung era Raden Wiranatakusumah dan lainnya.  Pada kesempatan tersebut, Ketua Museum, Hermawan Rianto mengaku, dalam peresmian Museum Kota Bandung ada dua kendala. Pertama adalah materi sejarahnya yang harus dikaji dan memakan waktu.

Kendala kedua adalah masalah pendanaan, namun demikian pengurus museum mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation yang telah membantu dan mengeksekusi ruang pamer kami, sehingga hari ini pada saat penandatanganan prasasti ruang pamer sudah siap untuk dilihat secara visual dan kepada pihak-pihak yang mendorong dan mendukung keberadaan Museum Kota Bandung.

Bangun museum bergaya arsitekur tempo dulu, di luar bangunan terdapat patung tokoh perintis pendidikan kaum wanita Dewi Sartika serta pejuang dan tokoh pergerakan perempuan Sunda Emma Poeradiredja. Bangunan museum merupakan cagar budaya peninggalan Belanda.  Untuk saat ini baru ada dua ruangan yang bisa dikunjungi masyarakat,  ruangan pertama  berisi galeri foto-foto Wali Kota Bandung dari masa ke masa hingga Walikota saat ini, Oded M Danial. Sementara di satu ruangan lain berisi sejumlah dokumen dan tulisan yang menggambarkan sejarah terbentuknya Kota Bandung dan perkembangannya hingga saat ini.  Djarum Foundation  mensuport program bertajuk “Panon Hideung” yang akan digelar secara berkala di Museum Kota Bandung dari pagi hingga sore dengan beragam kesenian dan hiburan milenial.

Dalam kesempatan itu, Walikota Bandung Oded M. Danial mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan bangunan yang berdimensi museum. Mang Oded  berharap, keberadaan museum akan menjadi sebuah wasilah atau perantara untuk menambah media informasi pengetahuan, khususnya tentang Kota Bandung. Sementara Budi Dalton sebagai kurator juga berharap, keberadaan Museum Kota Bandung menyimpan banyak pengharapan dan tampilan beda dibanding museum-museum yang sudah ada di Kota Bandung. ” Bandung harus punya catatan etalase perjalannya yang dipamerkan khusus di Museum Kota Bandung. Jadi moga-moga dengan museum baru ini punya karakter berbeda dengan museum yang sudah ada dengan data-data dan isi museum untuk bahan ilmu pengetahuan pelajar, mahasiswa dan masyarakt umum. Karena mungkin saja data yang ada di museumi belum tentu ada di media sosial,” tutur Budi Dalton. (E- 009) ***