3 Cara Kecerdasan Buatan Saring Pegawai

91

ARTIFICIAL Intellegence (AI) alias kecerdasan buatan telah dikembangkan untuk berbagai bidang tak terkecuali perekrutan pegawai. Berdasarkan hasil riset Ideal, perusahaan teknologi di bidang perekrutan, kehadiran AI pada software rekrutmen dapat mengurangi biaya per rekrutmen hingga 75 persen dan menurunkan pergantian karyawan sebanyak 35 persen.

IDC memperkirakan nilai pasar AI di berbagai lini industri akan mencapai US$47 miliar (Rp2 kuadriliun; kurs Rp14,101.05) pada 2020. Untuk bidang perekrutan pegawai, terdapat tiga hal dimana AI bisa membantu proses penyaringan pegawai jadi lebih transparan dan cepat.

  1. Mengurangi bias

Bias para perekrut ketika melakukan penyaringan tenaga kerja bisa terjadi akibat kecenderungan manusia untuk melakukan stereotip dan membuat pilihan berdasarkan gender dan etnis misalnya.

AI bisa membantu melakukan penyaringan tanpa melihat latar belakang pelamar, seperti yang dilakukan Google pada 2015. Mereka menggunakan perangkat perekrutan internal yang dinamakan qDroid. Pelamar akan diberi pertanyaan yang lebih terkait dengan pekerjaan yang akan dilakukan.

Textio juga mengandalkan AI untuk membuat bahasa yang digunakan saat membuka rekrutmen pegawai bisa diterima oleh semua kalangan, seperti dilaporkan Inc.

  1. Efisiensi penyaringan kandidat

Penyaringan kandidat menjadi sumbatan (bottleneck) dalam proses perekrutan, sebab proses ini menjadi bagian paling menantang dan memakan waktu dari proses penerimaan pegawai. Hal ini diungkap oleh 52 persen perekrut tenaga kerja, seperti diungkap Ideal, perusahaan teknologi di bidang perekrutan. Biasanya sekitar 88 persen lamaran yang dikirim tidak ternyata tidak memenuhi syarat.

Kecerdasan buatan akan mempelajari syarat kebutuhan pekerja dan bisa menyaring kandidat berdasarkan pola perekrutan sebelumnya. AI juga bisa digunakan menyeleksi berdasarkan profil media sosial seseorang. Data ini digabung dengan pengalaman, kemampuan, dan kualifikasi lain lantas digunakan untuk menyeleksi, menilai, dan mengurutkan kandidat berdasarkan rangking tertentu.

“Fitur AI ini akan memperpendek proses perekrutan yang memakan waktu berbulan-bulan menjadi menjadi hanya beberapa menit,” jelas Nitesh Chellaram, Co-founder Talent Search Recruitment, seperti dikutip dari berbagai sumber, Rabu (9/1).

Perusahaan teknologi yang tengah mengembangkan platform perekrutan berbasis kecerdasan buatan di Indonesia itu menyebut sistem kecerdasan buatan juga akan sangat membantu untuk mengurangi waktu antara proses penyaringan dan pemilihan kandidat, sehingga perusahaan bisa dengan segera mengajukan penawaran pekerjaan pada kandidat yang diinginkan.

  1. Efisiensi komunikasi dengan pegawai

Kecerdasan buatan bisa membantu bagian kepegawaian untuk menjawab otomatis pertanyaan karyawan yang repetitif, seperti yang dilakukan oleh perusahaan AI x.ai yang meluncurkan asisten pribadi virtual yang bisa melakukan penjadwalan pertemuan secara otomatis. (C-003/eks)***