Musim Hujan, Petani Kentang Keluhkan Naiknya Harga Pestisida

84

Memasuki musim hujan, para petani kentang di kawasan kertasari mengeluhkan harga pestisida yang naik. kenaikan harga pestisida mencapai lima ribu hingga lima puluh ribu rupiah. hal tersebut berdampak pada biaya perawatan yang tinggi, sedangkan harga jual kentang sangat murah. di musim hujan, petani harus sering mengobati tanaman kentang yang kerap diserang hama penyakit.

Saat memasuki musim hujan seperti saat ini, para petani kentang di desa cikembang, kabupaten bandung harus sering menyemprotkan pestisida, karena tanamannya kerap diserang hama penyakit busuk daun serta tangkai. hama tersebut berdampak pada pertumbuhan serta hasil panen yang menurun, bahkan gagal panen jika dibiarkan,

Namun, para petani dikeluhkan dengan harga hampir seluruh obat-obatan pestisida yang naik, sehingga berdampak pada biaya perawatan yang membengkak. dalam sekali pengobatan, petani yang mempunyai lahan kurang dari satu hektar, harus mengeluarkan biaya sebesar lima ratus ribu rupiah. dalam seminggu, pengobatan dilakukan dua kali.

Menurut seorang petani, sofian, sekali pengobatan tanaman kentang, dirinya memerlukan tiga sampai empat jenis obat pestisida. harga semua jenis obat naik dari mulai lima ribu hingga lima puluh ribu rupiah, sehingga sangat memberatkan para petani, karena tidak diimbangi harga jual kentang saat panen.

Para petani berharap, ada perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah, untuk mengatasi kenaikan harga pestisida. hal tersebut karena, hampir tujuh puluh persen petani di kawasan kertasari, menggantungkan hidupnya dalam usaha pertanian.

rezytia prasaja, bandung tv.