RPJMD Jabar Diprediksi Molor

90

BISNIS BANDUNG – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat yang semula ditargetkan selesai Maret 2019 atau 6 bulan setelah pelantikan Gubernur Jawa Barat terpilih, diprediksi bakal molor.

Faktor molornya pembahasan RPJMD Jawa Barat melihat waktu yang singkat lantaran baru bisa efektif bekerja pada Januari 2019.

“Mengurus Jawa Barat dengan waktu mepet tidak akan maksimal. Provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dengan waktu mepet, bisa bermasalah.” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Jabar, Asep Wahyu Wijaya di Gedung DPRD Jabar, baru-baru ini.

Dia menyebut bahwa sebenarnya draft RPJMD tersebut sudah final. Di samping itu, pihaknya sudah bolak-balik ke beberapa perguruan tinggi untuk meminta tinjauan akademik mengenai draft RPJMD itu.

Berdasarkan tinjauan akademik, pemerintah dan DPRD Jabar perlu turun langsung ke lokasi pembangunan berbagai proyek strategis nasional dan provinsi. Sehingga konteks dan konsep pembangunan sudah dipastikan sebelum RPJMD disahkan.

“Kita masih pengayaan dari konten itu agar pelibatan stakeholder Jabar terpenuhi,” ujarnya.

Proyek pembangunan strategis di Jawa Barat, cukup banyak, semisal jalan tol, bandara, dan lain-lain.

Asep mengatakan pihaknya tidak bisa menyelesaikan pembahasan RPJMD jika RTRW belum selesai.

“Apakah kami akan pakai RTRW exisisting yang zaman Pak Aher? Harusnya RTRW yang baru karena denah berubah. Gagasan gubernur dan wagub yang baru dipastikan bergeser,” pungkasnya.(B-002)***