Bug di WhatsApp Bisa Ungkap Pesan ke Orang Lain

99

KELUHAN terkait masalah keamanan WhatsApp kembali muncul. Kali ini, keluhan tersebut diungkapkan oleh pegawai Amazon bernama Abby Fuller melalui akun Twitter-nya.

Menurut Fuller, saat dia menyetel akun WhatsApp baru dengan nomor baru, ternyata muncul pesan untuk orang lain. Pesan tersebut muncul begitu saja dalam bentuk plaintext dan bukan dipulihkan dari backup.

“Ini merupakan perangkat baru, bukan bekas. Ini juga bukan SIM bekas. Aku yakin ini bukan pesanku atau grup yang kutambahkan,” tulis Fuller seperti dikutip BB dari Softpedia News, Senin (14/1/2019).

Kicauan Fuller tersebut dengan cepat mendapat respons dari warganet lain. Banyak di antaranya mengaku bahwa pernah mengalami hal tersebut, terutama saat membuat akun WhatsApp dengan nomor baru.

Hingga saat ini, WhatsApp sendiri belum memberikan pernyataan terkait temuan tersebut. Namun dari sejumlah analisis yang dilakukan, salah satunya oleh PiunikaWeb, ada kemungkinan masalah itu terjadi karena bug.

Sekadar informasi, WhatsApp memang memiliki kebijakan menghapus riwayat pesan dari nomor telepon pengguna setelah tidak aktif selama 45 hari.

Oleh sebab itu, aplikasi chatting milik Facebook tersebut, menyarankan pengguna untuk menghapus akun yang sudah tidak terpakai.

“Namun jika kamu (pengguna) tidak menghapus akun dan tidak lagi memiliki akses ke perangkat lawas, tidak perlu khawatir. Jika pemilik baru dari nomor lawasmu mengaktifkan WhatsApp setelah 45 hari, seluruh informasi akun yang terhubung dengan nomor itu akan dihapus,” tulis WhatsApp.

Kehadiran iklan di aplikasi WhatsApp menjadi kenyataan. Alasannya, fitur iklan di layanan aplikasi chatting milik Facebook tersebut dipastikan akan hadir tahun ini.

Dikutip BB dari Daily Mail, Senin (14/1/2019), kehadiran iklan ini dikonfirmasi langsung VP WhatsApp Chris Daniels.

Meski tidak mengungkap informasi detil, dia memastikan iklan di WhatsApp akan hadir dalam waktu dekat.

Nantinya, iklan ini akan tampil dalam tab Status di aplikasi. Sekadar informasi, Status di WhatsApp memiliki kemampuan yang sama dengan Stories di Instagram dan Facebook.

Kehadiran iklan di WhatsApp memang sudah dipastikan oleh Daniels sejak tahun lalu. Ketika itu, dia mengungkapkannya saat mengisi sebuah acara di New Delhi, India.

Daniels menuturkan iklan menjadi cara monetisasi utama WhatsApp. Sealin itu, kehadiran iklan di WhatsApp juga membuka kesempatan bagi pebisnis menjangkau lebih banyak orang.

Kehadiran iklan di WhatsApp sendiri bertentangan dengan rencana awal perusahaan yang menyebut bahwa layanannya tetap akan gratis dan tidak memunculkan iklan.

Isu soal iklan sendiri muncul setelah layanan tersebut diakusisi oleh Facebook. CEO Facebook Mark Zuckerberg disebut sebenarnya telah berencana mengimplementasikan iklan sebelum mengakuisisi WhatsApp.

Kondisi itu yang co-founder WhatsApp Brian Acton memutuskan mundur dari perusahaan. Dia mengungkapkan dirinya mundur karena rencana Facebook menghadirkan iklan di WhatsApp. (C-003/Isk)***