Rencana Sekolah Kopi di Jabar Masih Wacana

72

BISNIS BANDUNG – Rencana pembangunan Sekolah Kopi Internasional yang digagas Pemprov Jawa Barat hingga kini  belum masuk dalam tahap pembahasan di DPRD, khususnya di Komisi II yang membidangi masalah pertanian dan perkebunan.

“Hingga saat ini gagasan tersebut belum ada dalam perencanaan yang disampaikan oleh dinas terkait pada komisi. Masih wacana,” ujar Ketua Komisi II DPRD Jabar, Didi Sukardi, pekan ini di Bandung. Kendati begitu, Komisi II DPRD Jabar  merespon baik  rencana Pemprov Jawa Barat yang akan mendirikan Sekolah Kopi Internasional.

“Kalau tujuannya mendongkrak komoditas kopi dan potensi petani lokal. Itu bagus, kalau memang meningkatkan petani kopi dan meningkatkan masyarakat di sekitar,” katanya. Sekolah Kopi Internasional tersebut akan dikerjasamakan dengan Korea dengan tujuan untuk mendorong promosi kopi sekaligus pariwisata Jawa Barat agar semakin mendunia.

Pihaknya berharap pusat pendidikan kopi internasional ini memiliki tujuan yang jelas seperti apakah untuk menghidupkan petani, pelaku usaha atau hanya peserta pendidikannya saja.
“Tapi kami tetap menilai gagasan mendirikan sekolah kopi ini cukup responsif. Namun ya itu tadi yang dimaksud sekolah kopi itu seperti apa. Jadi harus jelas dulu lembaganya, formal atau non formal,” katanya.

Dikabarkan, Pemprov  mendorong promosi kopi sekaligus pariwisata Jawa Barat agar semakin mendunia melalui Sekolah Kopi Internasional. Jawa Barat akan bekerjasama dengan Korea untuk mendirikan sekolah kopi ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sekolah ini akan berdiri di daerah pegunungan Jawa Barat. Karena di samping memberikan edukasi tentang kopi, melalui sekolah kopi ini diharapkan bisa menjadi sarana promosi keindahan alam Jawa Barat kepada dunia.

“Ada dua yang mau dikawinkan, yaitu promosi kopi Jawa Barat ke dunia dan promosi pariwisata,” ujar Emil, sapaan akrabnya.(B-002)***