Intip Wedding Organizer Menjadi Industri Kreatif

99

WEDDING Organizer (WO) kini telah berkembang menjadi industri di Kota Yogyakarta. Perkembangan yang cukup pesat dari jasa penyelenggaraan pesta pernikahan ini mulai terasa sejak tahun 2013 lalu. Kini puluhan WO telah tersebar di Yogyakarta dari skala kecil hingga perusahaan.

Salah satu pemilik WO sekaligus anggota dari Ikatan Perancang Pesta Yogyakarta (Ikappesty), Mei Rani Ika Ningrum mengakui, usaha jasa penyelenggaraan pesta pernikahan di Yogyakarta kini tengah berkembang dengan pesat.

Penggunaan jasa penyelenggaraan pernikahan mulai menjadi tren alias gaya hidup dari calon-calon pengantin yang ada di wilayah ini. Ranumnya bisnis WO ini membuat orang tertarik untuk melakukannya. “Kini jumlahnya sangat banyak,” tuturnya.

Ia menyebutkan, bisnis ini memang menjanjikan karena sebenarnya bisa dimulai tanpa modal sekalipun. Hanya dengan modal mulut alias omongan, bisnis ini bisa dimulai atau dilaksanakan. Sementara pasar WO saat ini masih terbuka untuk dimainkan. Apalagi tren calon pengantin kini sudah tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal terkait rencana pernikahan yang akan dilaksanakan.

Pasar masih sangat terbuka dan memungkinkan bisnis ini berkembang dengan pesat. Ia mencontohkan, dalam sebulan selalu saja ada yang menggunakan jasa perusahaannya untuk menyelenggarakan pernikahan. Rata-rata dalam sebulan, ia menyelenggarakan delapan kali pernikahan bahkan ketika sedang bulan baik order yang masuk ke tempatnya lebih banyak.

Sementara untuk pemasaran, ia mengklaim tak perlu repot-repot harus dor to dor atau dari rumah ke rumah. Karena di era teknologi seperti sekarang ini, pemasaran jasa mereka cukup melalui media sosial yang ada, maka order akan datang.

Terlebih saat ini timbul tren calon pengantin tidak ingin pergi ke mana-mana. Hanya tinggal duduk dan memegang gadget, calon pengantin tinggal memilih jasa WO yang sesuai dengan selera dan juga budget. “Kalau dulu pasti repot harus pergi ke mana-mana,” ujarnya.

Jasa WO kini sudah mulai banyak digunakan karena sebenarnya WO memberi manfaat yang cukup banyak. Bagi pengantin, mereka sudah tidak akan lagi stres memikirkan pernak-pernik pernikahan mereka. Sementara bagi keluarga, mereka dapat mengontrol pengeluaran karena semua pengeluaran hanya melalui satu pintu saja.

Terlebih, jasa WO tidak sekedar memberikan layanan penyelenggaraan pernikahan, tetapi bisa juga paket pernikahan yang sudah termasuk cathering dan juga pernak-pernik lainnya. Calon pengantin tinggal menunggu hari H tanpa harus memikirkan persiapan apapun dalam pernikahan mereka. Apalagi pernikahan bisa dilaksanakan dengan WO sesuai budget yang dimiliki. “Berapapun anggarannya bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Lucy Irawati mengungkapkan potensi bisnis pernikahan memang cukup besar untuk digarap. Mulai dari undangan pernikahan, foto pre-wedding dan saat prosesi berlangsung, cathering dan lain-lainnya bisa menghasilkan uang.

Oleh karena itu, masyarakat harus jeli dalam membidik hal tersebut. “Pernikahan kini sudah berubah menjadi bisnis yang menarik. Apalagi sekarang orang tidak mau repot dengan persiapan pernikahan yang cukup ribet,” ujarnya. (C-003/BBS)***