DP Mobil dan Motor Menjadi Nol Persen

154

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan ketentuan terkait uang muka (downpayment/DP) pembiayaan kendaraan bermotor (mobil dan motor) pada perusahaan pembiayaan (multifinance). DP kendaraan bermotor diturunkan dari sebelumnya paling kecil lima persen menjadi nol persen dari harga jual.

Hal ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan  27 Desember 2018  yang dipublikasikan di situs resmi OJK pada Kamis (10/1/19).

Berdasarkan peraturan tersebut, perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) netto lebih rendah atau sama dengan satu persen dapat menerapkan ketentuan uang muka untuk seluruh jenis, baik motor maupun mobil, sebesar nol persen.

Namun, bagi perusahaan dengan NPF netto berkisar di atas satu persen dan di bawah tiga persen, wajib menerapkan DP untuk motor maupun mobil sebesar 10%. Kemudian, perusahaan dengan NPF netto di atas tiga persen hingga di bawah tiga persen, wajib menerapkan uang muka untuk seluruh jenis kendaraan bermotor sebesar 15 %.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan dengan NPF netto lima 5 persen, wajib memenuhi ketentuan uang muka untuk kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 15%, serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 20 %.

Sedangkan perusahaan pembiayaan dengan NPF netto di atas lima persen wajib memenuhi ketentuan uang muka untuk kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 20 % serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 25 %.

Dalam aturan sebelumnya, OJK menetapkan kewajiban DP untuk motor dan mobil paling rendah lima persen dan paling tinggi  25 %.

Pihak tiga Agen Pemegang Merek (APM) besar di Indonesia merespons upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melonggarkan uang muka (downpayment/DP) hingga nol persen bagi perusahaan pembiayaan tertentu. Ketiga APM mengaku sedang mengkaji peraturan baru itu buat diterapkan.

Anton Jimmy, Direktur Pemasaran Toyota-Astra Motor (TAM) mengemukakan harapannya kelonggaran itu bisa membantu pasar otomotif pada tahun ini. Meski dia masih butuh  pertimbangan untuk memberlakukannya buat konsumen Toyota.

“Tentu saja perlu dilihat dari sisi lembaga keuangan, bagaimana menyikapi dan melaksanakan program ini, mempertimbangkan risk management dan aturan DP nol persen ini bersyarat untuk lembaga keuangan dengan non performing loan di level tertentu,” kata Anton.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Honda Prospect Motor, mengingatkan sebelum  menurunkan DP hingga nol persen terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

“Kami akan pelajari bersama dengan perusahaan pembiayaan, apa yang bisa dilakukan,” ucap Jonfis.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, berkomentar lain. Dia mengatakan paket cicilan pembelian kendaraan tanpa DP tergantung keputusan perusahaan pembiayaan.

“Karena yang mengambil keputusan mau jual DP nol persen kan perusahaan pembiayaan. Konsekuensinya bisa jadi NPF bakal naik jika mereka keluarkan paket DP nol persen,” ucapnya. (E-002)***