Ekspor Sepeda Motor Tumbuh 46,3 %

95

Ekspor sepeda motor yang diproduksi di dalam negeri, oleh lima merek, yakni Yamaha, Honda, Suzuki, TVS dan Kawasaki tumbuh 46,3%. Tren pertumbuhan melaju sejak 2015 lalu.

Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) mengungkap data ekspor sepanjang 2018 mencapai angka 630.621 unit. Sementara pada 2017, total distribusi ke pasar global 431.187 unit.

Dalam keterangan, Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan sasaran ekspor sepeda motor adalah negara-negara ASEAN, Jepang, Asia Barat, juga negara di Eropa Barat dan Amerika Latin.

Pertumbuhan pengiriman ke luar negeri ini, berbanding lurus dengan besaran kontribusi ekspor pada total distribusi yang angkanya meningkat menjadi 9,2%  atau naik dari 2017 lalu yang hanya 7,3%.

AISI memang tak menetapkan target khusus ekspor kendaraan bermotor roda dua. Namun pihaknya berharap terus ada kenaikan setiap tahun, hingga bisa memberikan sumbangsih positif sampai dua digit.

Menurut Assistant General Manager Marketing Strategy, Planning & Promotion, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Yordan Satriadi, ekspor menjadi salah satu cara mengatasi kejenuhan pasar motor nasional yang populasinya sudah lebih dari 100 juta unit.

 “Bila kita mau bicara pertumbuhan, ya… eksporlah, seperti dilakukan India dan China. Mereka memasarkan produk di pasar lokal sedikit. Produksi mereka sekira 10 juta unit, buat pasar lokal paling hanya 2 juta unit saja,” tutur Yordan.

Eksportir terbesar masih digenggam oleh Yamaha, total sebanyak 341.240 unit. Merek berlambang garpu tala ini berkontribusi 54,1 %. Dibandingkan tahun sebelumnya, ekpor Yamaha naik 37%.

Tak hanya Yamaha, merek-merek sepeda motor lainnya yang berada di bawah payung AISI juga mengalami pertumbuhan. Seperti Honda naik 52,7% (181.742 unit), Suzuki growth positif 105,7% (52.629 unit), Kawasaki 295,3% (18.727 unit) ,TVS 10,6 % (36.283 unit). (E-002)***