Startup Tokomodal Bikin Warung Kecil Mudah Dapat Akses Modal

103

PERUSAHAAN peer-to-peer lending, PT Toko Modal Mitra Usaha atau Tokomodal bekerja sama dengan pengelola jaringan ritel Alfamart dan Alfamikro, PT Sumber Alfaria Trijaya. Kolaborasi dua perusahaan ini berupaya mengembangkan UMKM dalam akses permodalan terutama untuk pemilik warung kecil.

        Co-Founder PT Toko Modal Mitra Usaha, Chris Antonius mengatakan, kolaborasi ini mengusung tagline ‘Sahabat Usaha Mikro untuk Rakyat’. Inisiatif pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.

        “Tokomodal memberikan akses melalui aplikasi di Android, yang akan menjadi salah satu strategi perusahaan dalam merealisasikan pinjaman modal yang cepat dan menguntungkan. Kami menawarkan pinjaman yang aman, efisien, mudah, dan cepat,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Januari 2019.

        Kemudian outlet binaan Alfa (OBA) yang memanfaatkan aplikasi ini dapat memesan barang terlebih dahulu, dan membayar saat sudah terjual. Kemudian juga peminjam bisa melunasinya dalam waktu tujuh hari, maka mereka akan dibebaskan dari bunga selama masa promosi.

        Menurut Chris, cara ini akan membantu usaha mikro tumbuh dan berkembang. Tokomodal dan Alfamikro meletakkan teknologi untuk membuat bisnisnya menjadi lebih inovatif dan kreatif.

        “Sebelumnya proses transaksi di Alfamikro bersifat Cash on Delivery (COD). Tapi sekarang pemilik warung tinggal pilih barang di aplikasi, lalu memilih pembayaran melalui Tokomodal dan barang dikirim tanpa ongkos dengan estimasi same-day service,” ujar Direktur Utama PT Toko Modal Mitra Usaha, Aidil Fathany.

        Berdasarkan prosesnya yang melalui online, mereka memiliki teknologi big data dan menggunakan algoritma. Dengan demikian, keputusan kredit dapat diambil dengan rentang waktu yang sangat cepat karena aplikasi telah mempelajari perilaku pengguna dalam pemakaian sebelumnya.

        Lalu untuk keamanan informasi, mereka telah memiliki sertifikasi ISO 27001:2003. Dalam waktu kuartal 4 jumlah OBA yang telah bergabung di aplikasi mencapai 8.000 outlet. Hingga Desember 2018, jumlah pembiayaan yang tersalurkan berjumlah Rp130 miliar. Pinjaman bisa dilakukan mulai dari angka Rp300 ribu-Rp4,5 juta. (C-003)***