Militer Negara Serumpun Indonesia Wanti-wanti Teknologi 5G China

166

       ANGKATAN Bersenjata Malaysia sedang meninjau dan mengidentifikasi segala ancaman keamanan terhadap negara serumpun Indonesia itu dari penggunaan teknologi telepon seluler generasi ke lima (5G). Sebelumnya, Malaysia berencana mengadopsi teknologi 5G buatan China.

        Kepala Staf Angkatan Bersenjata Malaysia, Jenderal Tan Sri Zulkifli Zainal Abidin mengatakan, hasil kajian akan dilaporkan kepada pemerintah untuk memutuskan semua teknologi baru dari luar negeri harus diteliti guna menentukan apakah jaringan 5G cocok atau tidak untuk digunakan di negaranya.

        “Kami tidak bisa begitu saja mengikuti negara lain dalam hal menggunakan teknologi baru. Tidak semua teknologi bagus dan cocok untuk kami. Dan, kami yakin bahwa Kementerian Komunikasi dan Multimedia sedang melakukan studi  tentang ini. Kami pun juga memiliki cara sendiri untuk mempelajari teknologi baru,” kata Zulkifli, seperti dikutip BB dari freemalaysiatoday, Sabtu, 26 Januari 2019.

        Ia juga mengaku akan memberikan pandangannya kepada pemerintah tentang masalah ini dalam waktu dekat. Menurutnya, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada penanganan teknologi baru jika penggunaannya termasuk unsur-unsur serangan siber dan pengumpulan informasi sensitif.

        Sebelumnya, pada Sabtu, 19 Januari pekan lalu, ketika berada di London, Inggris, Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia akan melakukan studi pendahuluan sebelum membuat keputusan apakah akan memblokir raksasa telekomunikasi China, Huawei, dari membangun infrastruktur 5G di Malaysia, menyusul kekhawatiran akan meningkatnya kegiatan mata-mata siber.

        Kemudian, pada Selasa, 22 Januari, mantan Menteri Keuangan Tun Daim Zainuddin, yang memainkan peran sebagai penasihat bagi pemerintah, mengatakan Malaysia harus berhati-hati dengan teknologi 5G yang saat ini sedang dijelajahi China, karena kemampuannya untuk memicu ancaman keamanan dunia maya dan digital terhadap negara tersebut. (C-003/bbs)***