Dua Perusahaan Otomotif Global Ekspansi ke Indonesia

207

Pemerintah menyebut , pada tahun ini ada dua perusahaaan asing di sektor otomotif  berencana menginvestasikan modalnya di Indonesia .

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dua perusahaan otomotif global tersebut akan berinvestasi  senilai USD 900 juta atau setara Rp 12,6 triliun ke Indonesia (asumsi kurs Rp 14.039 per dolar AS).

Menurutnya, kedua perusahaan otomotif global itu akan mendirikan pabrik yang produksinya 50% untuk pasar ekspor dan 50 % sisanya untuk pasar domestik.

“Dua perusahaan otomotif itu satu berasal dari Eropa, satu lagi dari Asia,” ujar Airlangga di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/2).

Namun demikian, Airlangga enggan menyebutkan identitas kedua perusahaan tersebut. Menurutnya, rencana ekspansi dua perusahan otomotif global itu membuktikan kepercayaan investor global terhadap perbaikan industri pengolahan  sektor otomotif di Indonesia. Apalagi, pemerintah telah menerbitkan kebijakan simplifikasi proses ekspor kendaraan bermotor dalam bentuk jadi setelah terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-01/BC/2019.

“Kepercayaan internasional semakin besar. Secara fundamental, lapangan kerja juga akan bertambah besar. seakaligus akan menambah daya ekspor kita,” katanya.

Untuk tahun ini saja, Airlangga meyakini ekspor kendaraan bermotor dapat mencapai 400.000 unit, dengan komposisi 95 % kendaraan bermotor dalam bentuk jadi (CBU) , sisanya  dalam bentuk rakitan (CKD).

Pada 2018, ekspor untuk kendaraan bermotor CBU mencapai 264.000 unit. Jika ditambah ekspor kendaraan berbentuk CKD, nilai ekspornya mencapai USD 4 miliar.

Dalam beberapa tahun ke depan, dengan semakin maraknya perusahaan otomotif  di tanah air, Airlangga meyakini Indonesia akan menjadi sentral  industri otomotif di dunia.

“Nanti Indonesia dan India akan menjadi sentral untuk industri otomotif,” tambahnya. (E-002)***