Dr.Dian Ediana Rae, SH., LL.M; Bekerja Optimal Dengan Ikhlas 

126

Dr. Dian Ediana Rae, SH., LL.M kelahiran Bandung  04 April 1960  yang memiliki disiplin ilmu  Hukum Ekonomi Moneter Internasional (Unpad /1986),  Master Hukum Bisnis, School of Law, University of Chicago, U.S.A (1992),  Doktor Bidang Hukum Ekonomi Keuangan (Cum Laude) Universitas Indonesia (2003) , kini Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Republik Indonesia (PPATK RI).

Suami dari Irna Irmalina (54 tahun) ini menuturkan,  PPATK merupakan lembaga independen  di bawah Presiden, bertugas mencegah dan memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebelum ditunjuk menjadi Wakil Kepala PPATK, Dr. Dian Ediana Rae, SH., LL.M  berkarir di Bank Indonesia selama kurang lebih dari 30 tahun. Pengalaman dan pemahaman saya mengenai sistem keuangan, kerja sama internasional, dan perekonomian makro menjadi salah satu pertimbangan bagi stakeholder ketika merekomendasikan saya menjadi Wakil Kepala PPATK.  Menurutnta ,  TPPU  erat kaitannya dengan sistem keuangan karena sistem keuangam menjadi media pelaku TPPU. Sedangkan dari sisi dunia internasional, keberadaan Lembaga Financial Action Task Force (FATF) sebagai lembaga internasional yang menetapkan standar Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT)  harus diikuti oleh semua negara, termasuk Indonesia. ”Disamping itu Indonesia juga sebagai  anggota Asia Pacific Group on Money Laundering (APG), Egmont Group, dan Financial Intelligence Consultative Group (FICG, ASEAN plus Australia and New Zealand),” ungkapnya baru-baru  di Bandung.

 Dian Ediana Rae sudah 2,5 tahun sebagai Wakil Kepala PPATK dari 5 tahun masa jabatannya mengatakan ,. PPATK merupakan lembaga intelijen keuangan yang memiliki peran dan kewenangan  strategis  dari sisi penegakan hukum maupun dari sisi keuangan.

Dari sisi penegakan hukum, TPPU merupakan “darah” dari 26 Tindak Pidana Asal (TPA) seperti narkotika, korupsi, perdagangan orang, illegal logging, illegal mining, illegal fishing, maupun tindak pidana di bidang perpajakan, lingkungan hidup dan lainnya, termasuk tindak pidana dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun lebih. TPA secara umum memiliki motif ekonomi, artinya kejahatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menikmati hasil kejahatan. Orang korupsi tentu karena ingin menikmati hasil korupsi.

Dari sisi keuangan, PPATK  membantu  menjaga integritas sistem keuangan  hasil kejahatan. Dan hal ini menjadi  penting , sebab pelaku TPA  ingin menikmati hasil kejahatannya melalui skema – skema pencucian uang dengan menginvestasikan uang hasil kejahatannya untuk membangun hotel , property dan lainnya. “Oleh karena strategisnya peran PPATK, saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi kepada negara, bangsa, dan masyarakat melalui penegakan hukum terkait TPPU, karena saya menyadari penegakan hukum tersebut akan berdampak langsung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat banyak,” tutur  Dian.

Ayah dari Nadira Irdiana (28 tahun) dan Muhammad Radian Irdiansyah (26 tahun) , saat ini  menjadi co-chair Information Exchange Working Group (IEWG) yang merupakan bagian dari Egmont Group yang beranggotakan lembaga intelijen keuangan dari setiap negara, juga sebagai Co-Chair Financial Intelligence Consultative Group (FICG, ASEAN plus Australia dan New Zealang). Meski baginya jabatan co-chair ini merupakan sebuah tanggung jawab, tapi dari sisi kelembagaan, diakuinya  merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan Egmont Group kepada PPATK dalam upayanya mencegah dan memberantas TPPU . Dalam waktu  sangat singkat, dirinya harus memahami segala  yang terkait dengan pencucian uang, perpajakan serta pro kontra terhadap isu yang ada dan bukan sebuah tantangan intelektual yang ringan.

Penganut moto hidup  “Bekerja optimal dengan ikhlas”  mengaku, , mengemban amanah jabatan sesuai amanah yang diberikan oleh Presiden atau jika Presiden menugaskannya ke tempat lain.

Dalam berorganisasi Dr. Dian Ediana Rae, SH., LL.M berkontribusi dalam pendirian Forum World Trade Organization (WTO) Indonesia, pendirian Center for Islamic Economic Studies (CIES) di Bandung, Pendiri Jabar Inc. di Bandung dan lainnya. Ia juga aktif di Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) dan sempat menjadi Ketua Umum IPEBI selama 2 periode.

 Selain sebagai Wakil Ketua PPATK RI , Dian sempat menjadi dosen luar biasa di Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, dan Universitas 17 Agustus. Sosok  Dian Ediana Rae pernah menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia untuk Eropa di London, Kepala Kantor Bank Indonesia  Jabar-Banten, Kepala Kantor Regional Sumatra.

Dikatakan, perkembangan kejahatan ekonomi  sama saja dengan tindak kejahatan lain didorong niat dan kesempatan. Tugas PPATK adalah melakukan pencegahan dan pemberantasan kejahatan ekonomi  dengan memberikan hasil analisis dan pemeriksaan PPATK  kepada aparat penegak hukum .

Saat ini menurutnya,  untuk membenahi kondisi hukum di Indonesia, modal utama adalah reformasi kelembagaan yang terkait bidang hukum  (Kehakiman, Kejaksaan dan Kepolisian ). Ia percaya dengan reformasi yang tuntas, penegakan hukum akan berjalan secara konsisten dan berintegritas, hingga mampu menciptakan kepastian dalam semua aspek kehidupan masyarakat di bidang politik, ekonomi dan sosial.

Dua anak Dian , kini memilih profesi yang berbeda dengan dirinya yang berkecimpung dalam masalah keuangan. Anaknya yang paling besar berkarir dalam bidang “woman and children advocacy”, anak kedua berkarir pada bidang “investment and finance”. Keduanya  menyelesaikan pendidikan strata S1 dan S2  di Groningen University di Belanda dan London School of Economic . (E-018) ***