Skema aturan PPNBM Dirubah; Ekspor Kendaraan Akan Meningkat

64

Pemerintah Indonesia sedang mengusulkan untuk mengubah aturan PPnBM yang semula dihitung lewat kapasitas mesin menjadi berdasarkan keluaran emisi gas buang. Sehingga untuk mobil sedan tidak lagi  masuk kategori kendaraan mewah (lewat skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Melihat hal itu, Kementerian Perindustrian meyakini dampak  ekspor kendaraan akan mengalami peningkatan.

Dalam keterangannya,  Selasa (12/3/2019), Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan, jika melihat unit roda empat  produksinya 1,3 juta dengan nilai USD 13,7 miliar dan ekspornya ke mancanegara 346.000 unit senilai USD 4,7 miliar. Di ASEAN 297.000 unit senilai USD 2,3 miliar.

Hal tersebut mengacu pada kontribusi industri otomotif tanah air terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor industri nonmigas sebesar 9,98 %. Sedangkan data ekspor kendaraan bermotor roda dua menunjukkan tren kenaikan sebesar 53% ,  44 % dari 2016 sampai 2018.

Indonesia mempunyai peluang menjadi negara pengekspor kendaraan ke Australia lewat perjanjian kerja sama Ekonomi Komperhensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang sudah resmi diteken. Mobil yang paling laris di Australia , antara lain Mazda 3, Toyota Corolla, Toyota Camry, Holden, Toyota RAV 4 dan Hyundai i30 serta Toyota Hilux dan Isuzu D Max.

Berbicara potensi pasar di Australia, sejak lima tahun belakangan volume pasar mobil di sana tidak bergeser jauh. Permintaan pasar tertinggi terjadi pada 2016 sebanyak 1,17 juta unit. Karakter pasarnya pun  tidak begitu berbeda dengan Indonesia , yakni mobil penumpang yang mendominasi.

Sehingga, Indonesia bisa melewati industri otomotif Thailand yang punya produksi tertinggi di ASEAN dengan angka 2,1 juta unit yang ekspor 1,1 juta unit (Indonesia produksi 1,3 juta unit, diekspornya 346.000 unit).

“Yang membedakan dengan Indonesia, ekspor terbesar  adalah MPV seperti Kijang dan kendaraan dengan tujuh penumpang seperti SUV dan hatchback. Presentase ekspor Thailand 53 %, Indonesia ekspornya 26 % . Sebagai catatan Thailand sudah memiliki Free Trade agreement dengan Australia, New Zealand, India-Jepang, Peru dan Chile. Sedangkan Indonesia baru dengan Jepang, Pakistan, Chile dan Eropa,”ujar Airlangga. (E-002)***