Minimnya Kepemilikan Sapi; Reaktor Biogas Rumah di Jabar Menurun

74

BISNIS BANDUNG—Koordinator Yayasan Rumah Energi Provinsi Jawa Barat Yudha Hartanto M.Sc mengemukakan, berdasar data Yayasan Rumah Energi, jumlah reaktor biogas rumah di Jawa Barat terus menurun sejak tahun 2013.

          Yudha Hartanto M.Sc menyebut, pada tahun 2012 di Jawa Barat tercatat ada 423 reaktor biogas rumah, khususnya di wilayah Bandung Utara yang dimiliki para peternak sapi anggota KPSBU (Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara) di Lembang Bandung Barat. Jumlah yang memiliki biogas rumah dari tahun ke tahun semakin sedikit, karena lemahnya daya beli peternak, disebabkan jumlah kepemilikan ternak sapi perah di bawah tiga ekor. ”Dalam catatan database program Biogas Rumah yang diimplementasikan Yayasan Rumah Energi, tidak ada peternak sapi perah yang membangun biogas dengan Dana Alokasi Khusus. Di Tahun 2019, total jumlah digester biogas di wilayah Jabar dan Banten sebanyak 1542,” ungkap Yudha.

          Kesuksesan program biogas rumah menurut Yudha, diukur dari besarnya jumlah adopter biogas rumah. Di Jawa Barat saat ini baru mencapai 1521 reaktor (1%) dibandingkan dengan potensi pengguna yang bisa mencapai 238,333 reaktor. Dikemukakan Yudha, capaian 1521 reaktor dipengaruhi oleh ketersediaan kredit lunak dari Rabo Bank Foundation yang disalurkan melalui koperasi-koperasi susu di antaranya KPBSU dengan pola pengembalian kredit dari pemotongan setoran susu. “Faktor yang menyebabkan program pemanfaatan biogas turun akibat jumlah peternak yang layak menerima kredit semakin berkurang. Kelayakan dilihat dari kemampuan pengembalian kredit yang ditentukan dari jumlah kepemilikan sapi perah (produksi susu segar per hari). Jadi tidak semua kredit yang tersedia diserap,”ungkap Yudha, Selasa di Bandung.

          Berdasarkan pengamatannya, kekurangan dari program pemanfaatan biogas karena belum terbentuknya skema komersial pinjaman untuk biogas dari bank komersial, selain karena masih terbatasnya model reaktor biogas yang murah untuk segmen peternak dengan kepemilikan ternak sedikit. “Target kualitas dan kuantitas program pemanfaatan biogas bisa tercapai dengan asumsi target program biogas rumah adalah 100,000 digester SNI 7826 pada tahun 2025 setara dengan 1% dari bauran 23% energi terbarukan,”tutur Yudha.

          Dikemukakan Yudha Hartanto, agar target tercapai secara kualitas dan kuantitas, untuk jangka pendeknya adalah penyediaan biogas rumah yang lebih terjangkau dan rekayasa reaktor biogas untuk sampah rumah tangga (makanan) atau industri pangan skala kecil, serta penyediaan skema pinjaman untuk biogas yang bisa diadopsi bank komersial. Termasuk menaikan nilai bio slurry (ampas biogas) untuk memberi nilai tambah pada biogas rumah. Sedangkan untuk jangka menengah yakni mendorong pemerintah berpihak pada biogas rumah serta terus mendorong para supplier biogas rumah agar memiliki model bisnis berkelanjutan, guna menopang terjadinya pasar biogas rumah

Manfaat jika pemanfaatan biogas tercapai, biogas rumah bisa menjadi solusi di antaranya sebagai penyediaan energi bersih rumah tangga dan bisa mengurangi subsidi LPG.

          Saat ini di Indonesia pemanfaatan biogas terealisasi di 10 provinsi, 130 kabupaten, 1756 kecamatan. Di Jabar, kabupaten paling banyak pengguna biogas rumah terdapat di wilayah Bandung Barat, karena ada keterlibatan KPSBU. Kabupaten lain masih sangat sedikit, karena minimnya potensi pengguna yang bisa ditargetkan oleh mitra Yayasan Rumah Energi. Wilayah dengan potensi besar berbasis di Sulawesi, hingga Jeneponto mampu mengembangkannya.

          Sumber anggaran operasional untuk mendorong pembangunan biogas rumah, 80% masih bergantung pada donor asing, 20% berasal dari beberapa perusahaan/BUMN nasional. Diharapkan dua tahun ke depan angkanya akan berbalik. Sedangkan biaya untuk reaktor biogas, 40% berasal dari pemerintah melalui DAK atau APBN, dan sisanya swadaya. Menurut rencana lokasi biogas rumah akan dipusatkan di Jawa Timur sebagai pusat peternakan sapi perah terbesar di Indonesia, kemudian Sulawesi Selatan, Lombok dan Jawa Tengah yang sudah memiliki lebih dari 3000 reaktor. Jawa Barat diharapkan pro biogas rumah, karena salah satu pencemar Citarum adalah industri sapi perah di selatan dan utara Bandung.(E-018)***