Regulasi Ketat Dikhawatirkan; Mematikan Wirausaha Baru 

104

BISNIS BANDUNG —Pengamat Ekonomi dan Bisnis STMIK Bandung, Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M meminta dan mendesak pemerintah tidak mengeluarkan banyak regulasi yang mengatur secara ketat perkembangan ekonomi konvensional menuju digitalisasi. Sebab dinamika era digital berubah sangat cepat.

”Regulasi yang ketat dikhawatirkan akan mematikan pelaku usaha yang tengah tumbuh. Pemerintah disarankan fokus mendukung inovasi para startup dengan mendorong tujuh aspek, yakni human capital, funding startup, taxation, cyber security, ICT infrastructure, consumer protection dan logistic,”ujar Arief.

          Hal itu dikemukakan Arief Yanto Rukmana menjawab pertanyaan BB terkait berkembangnya pemanfaatan digital marketing oleh pelaku usaha.

          Menurut Arief Yanto Rukmana, sekitar tahun 1960 teknologi internet mendunia secara luas dilakukan pengiklan dalam memasarkan produknya dengan harapan mampu menjangkau pemasaran lebih luas, pertama kali di Amerika. di Indonesia mulai berkembang tahun 2016 akhir dan 2017.

                   Dikatakan Arief, saat ini lebih dari 230 startup di Indonesia, empat di antaranya berhasil menjadi unicorns, sebuah sebutan bagi startup dengan nilai investasi lebih dari USD1,6 juta. ”Bisnis startup di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Arief seraya menambahkan peningkatan itu terjadi sejalan dengan pengguna media sosial yang  terus meningkat.         Konten yang baik akan mampu menarik pelanggan potensial untuk membeli produk dan jasa yang ditawarkan. Dikatakan Arief,  dampak negatif pemanfaatan digital marketing ketika nama baik perusahaan tidak di jaga dengan baik, akan mudah menjadi negatif, jika ada yang mengulas buruk dan ketidakpuasan. Dengan cepat berita tersebut tersebar, kadang hoax yang tidak terbendung pun bisa merusak sebuah brand, sebab itu pelaku usaha harus extra hati hati dan menjaga kredibilitas usaha sebaik baiknya.

          Menurut pengamatannya, sokongan dari pemerintah kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital branding/marketing yakni fasilitasi pembuatan 1 juta domain gratis dari Kominfo Menuju Indonesia Go Online menyasar para pelaku usaha untuk meng’online’kan bisnisnya. Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan kewirausahaan dan pelatihan internet marketing, seperti sudah di lakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat berkerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN (BRI) di Bandung.  (E-018)***