Kibarkan Merah Putih Raksasa, Pasukan Kopassus Raih Rekor Muri Dunia

397

Komando satuan khusus, kopassus, berhasil mencatatkan rekor dengan mengibarkan bendera merah putih terbesar di tingkat dunia secara melayang di bogor beberapa waktu lalu. atas raihannya tersebut, museum rekor indonesia, muri, menyematkan aksi kopassus itu menjadi aksi yang baru pertama kali dilakukan di dunia.

Para penerjun payung dari komando satuan khusus,kopassus,menerima piagam penghargaan dari museum rekor indonesia,muri,di pusat pendidikan latihan pasukan khusus komando pasukan khusus, pusdiklatpass kopassus,batujajar,kabupaten bandung barat, selasa siang. penghargaan tersebut diberikan setelah mereka mencatatkan rekor dunia dengan mengibarkan bendera merah putih berukuran 9 meter kali 6 meter secara melayang di bogor beberapa waktu lalu. aksi pengibaran bendera yang dilakukan oleh 17 penerjun tersebut, tercatat sebagai aksi satu satunya di dunia.

Penghargaan diberikan bertepatan dengan penutupan pendidikan para dasar taruna akmil tingkat empat dan penutupan terjun bebas militer siswa dari satuan tni angkatan darat. sebelum penyerahan penghargaan,tamu undangan yang hadir dihibur dengan aksi ratusan penerjun payung dari taruna akmil dan siswa militer tni angkatan darat. aksi pun ditutup dengan sebuah aksi atraktif para penerjun dari satuan kopassus yang membawa tiga bendera, yakni bendera akademi militer, bendera kopassus dan bendera merah putih. penghargaan rekor muri sendiri diberikan langsung kepada komandan jenderal kopassus, mayjen tni i nyoman cantiasa dan dua perwakilan dari penerjun kopassus.

I nyoman cantiasa mengatakan,pencatatan rekor dengan mengibarkan bendera merah putih raksasa bertujuan untuk menunjukan kepada dunia luar bahwa kopassus merupakan prajurit yang sangat terlatih.

Aksi terjun payung dari kopassus ini cukup menarik minat artis cantik olivia zalianty yang hadir dalam acara tersebut. menurutnya, terjun payung merupakan olah raga yang cukup sulit untuk dilakukan dan diperlukan latihan khusus.

Kegiatan para penerjun kopassus juga kerap kali dimanfaatkan untuk kegiatan kegiatan non kemiliteran dalam hal ini untuk membantu dalam penanganan bencana alam. seperti mengirimkan dokter, logistik dan obat obatan di medan medan yang cukup ekstrem yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Algi ghifari, bandung tv.