Kiat Sukses Bisnis Bubur Ayam

132

Bubur ayam salah satu menu makanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang lezat, aromanya yang harum, dank has. Dengan kondisi yang masih hangat, bubur mampu membuat suasana pagi yang biasanya dingin menjadi hangat, sehingga semangat pagi pun muncul bagi yang memakannya.

Terlebih bagi orang yang sedang sakit, makanan ini cocok sekali bagi Anda yang dianjurkan untuk makan bubur ayam. Selain makanannya yang halus dan lembut, bubur ayam juga memiliki nilai gizi yang tinggi.

Untuk menjalankan usaha ini, Anda harus perhatikan biaya dan labanya. Berikut simulasi usaha bubur ayam yang dilansir dari buku Jadi Jutawan Dari Bisnis Gerobak karya Putri Sawwal dan Agus Nur Cahyo yang dikutip Okezone, Jakarta, Senin (18/3/2019).

  1. Anda harus mencari dan memiliki resep bubur ayam yang sedap. Ini adalah kunci pertama yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Rasa berkaitan dengan selera dan kesukaan pembeli.
  2. Memilih tempat usaha yang strategis. Tentukan jenis tempat usaha Anda, apakah mau berkeliling atu menetap secara permanen di satu tempat. Sebaiknya lokasi tempat berjualan jangan di dekat selokan air atau sampah umum karena dapat mematikan selera makan pembeli.
  3. Miliki peralatan yang diperlukan untuk menjual bubur ayam. Jika Anda berjualan dengan tempat yang menetap (di kios), gerobak tanpa roda mungkin sudah cukup. Tetapi jika ingin berkeliling, tentu gerobak beroda merupakan sebuah keharusan.
  4. Anda harus belajar bagaimana memasak bubur ayam yang sesuai dengan selera kebanyakan orang. Jangan hanya menuruti lidah sendiri karena bisa jadi, menurut lidah Anda itu baik, tetapi bagi kebanyakan orang belum tentu demikian.
  5. Selain menu utama, sediakanlah menu tambahan dalam hidangannya, seperti kerupuk, sate jeroan, teh, dan sebagainya.
  6. Siapkanlah orang yang akan membantu Anda jika pembelinya banyak. Hal ini harus di antisipasi sendiri, terutama etelah dagangan laris diserbu pembeli.

Analisis bisnis

  1. Modal investasi awal

-Gerobak Rp2.000.000

-Kompor dan tabung gas 3 kg Rp500.000

-Perlengkapan memasak Rp300.000

-Meja dan kursi Rp200.000

Jumlah Rp3.000.000

  1. Biaya Operasional

-Beras (6 kg x Rp10.000/kg) Rp60.000

-Daging Ayam (3 kg x Rp25.000/kg) Rp75.000

-Bahan-bahan lain Rp70.000

-Minuman (es, teh, jeruk , gula) Rp50.000

-Gas Rp25.000

Jumlah Rp280.000

  1. Pendapatan

-Penjualan bubur ayam 40 porsi x Rp8.000 = Rp320.000

-Penjualan minuman 25 gelas x Rp2.000 = Rp50.000

  1. Keuntungan

Pendapatan – biaya operasional Rp370.000 – Rp280.000 = Rp90.000

Jadi, dalam sebulan keuntungan berjualan bubur ayam adalah Rp90.000 x 26 = Rp2.340.000. dengan asumsi tersebut, maka modal investasi awal akan kembali dalam waktu kurang dari dua bulan. (C-003/dni)***