Astrin Trisnawati; Fokus, Jujur Dalam Usaha dan Semangat

65

Astrin Trisnawati, lahir di Kota ‘Kembang’ Bandung 5 Juni 1975,  dan kini ia menjabat sebagai Bendahara Koperasi Wirausaha Sejahtera (WJS) Jawa Barat.

Ibu dari Hilary Gema Pertiwi (19) dan Jasmin Azwarin Adila (14) ini menuturkan bahwa,  anggota dari Koperasi Wirausaha Jawa Barat Sejahtera adalah merupakan para pelaku usaha se-Jabar.   Koperasi Wirausaha Sejahtera ini adalah Koperasi produsen dengan unit pendukung pemasaran, dengan unit tambahannya yang berupa simpan pinjam.   Koperasi WJS berdiri pada tahun 2015,  dan disahkan secara hukum (badan hukum) pada tahun 2016,  dengan jumlah anggota aktif sebanyak 321 orang .

“Alhamdulillah anggota koperasi WJS semuanya merupakan pelaku usaha.   Oleh karena itulah,  saya pribadi tergerak  ingin membesarkan koperasi WJS,  selain untuk  menambah silaturahmi dengan anggota,  dan juga untuk menambah ilmu dan wawasan dalam usaha ,” ungkap Astrin kepada Bisnis Bandung.

Diakui oleh Astrin bahwa, pada awalnya ia tidak terpikir untuk menjadi pengurus koperasi WJS,  namun berkat dukungan dan dorongan dari teman-teman yang meminta agar ia ikut membesarkan koperasi WJS, maka akhirnya Astrin memutuskan untuk bergabung sebagai pengurus di Koperasi Wirausaha Sejahtera.   Hingga saat ini, dirinya telah menjadi pengurus Koperasi WJS selama kurang lebih 10 bulan.

Astrin Trisnawati yakin bahwa, ia bisa memberi benefit untuk koperasi WJS,  karena semua anggota koperasi sangat antusias dan berperan aktif.   Saat ini,  anggota koperasi WJS  yang berjumlah 321 orang tersebar di beberapa kota / kabupaten se Jabar.   Sebagian besar bergerak di bidang usaha makanan dan minuman (kuliner), paling banyak berada di Kota Bandung.

Selama 10 bulan menjadi pengurus  Koperasi WJS,  Astrin mengaku bahwa, ia sempat mendapat pengalaman  menarik,  di antaranya adalah,  bagaimana ia harus berinteraksi langsung dengan anggota,  dan juga sharing ilmu dengan anggota yang baru memulai usahanya (startup) maupun yang sudah berjalan,  serta berusaha menjalin silaturahmi dan memberikan benefit bagi koperasi .

“Saya yang juga sebagai owner dari d’trin cake & bakery, tentu juga harus pandai membagi waktu antara pekerjaan saya di WJS dan usaha pribadi.   Tapi,  sudah menjadi komitmen saya untuk membagi waktu bagi keduanya.   Seandainya bisa memilih,  tentu saya lebih memilih kerja sebagai owner d’trin cake & bakery,” ungkap penganut moto hidup ‘Focus, Jujur Dalam Usaha dan Tetap Semangat

Sedangkan untuk berkoperasi,  semuanya tergantung dari sejauh mana anggota memahami pengetahuan dalam berkoperasi.   Koperasi WJS terbentuk atas ide dan kebutuhan anggotanya yang hampir sama, yakni untuk meningkatkan kemampun berwirausaha.

“Untuk menarik minat pelaku UMKM agar mau bergabung ke koperasi WJS, maka upaya yang dilakukan adalah,  meningkatkan daya jual koperasi dan sarana promosi, serta membangun kesadaran terhadap misi dan visi koperasi, yakni untuk mensejahterakan anggotanya.   Membangun kesadaran untuk mencapai tujuan menjadi modal penting dalam  pengelolaan koperasi secara profesional, amanah dan akuntable.

Astrin juga mengungkapkan bahwa,  manfaat yang didapat jika seorang pelaku usaha (UMKM) bergabung dalam koperasi khususnya Koperasi WJS adalah,  akan mendapat pelatihan-pelatihan tentang koperasi dan kewirausahaan,  berhak atas pembiayaan bagi anggota,  pengelolaan data anggota dan data simpanan anggota dilakukan melalui aplikasi koperasi WJS,  serta bisa melakukan kerjasama dengan beberapa instansi maupun toko .

Pengusaha kuliner ini juga menilai bahwa, perhatian pemerintah terhadap eksistensi koperasi masih mengalami pasang surut.   Pemerintah seharusnya bisa lebih menggencarkan sosilisasi kepada masyarakat,  memberikan inovasi konsep yang baru dan berbeda,  serta memberikan bantuan fasilitas maupun bantuan modal.

Astrin Trisnawati berharap,  pemerintah dapat memberi bimbingan pendidikan atau penelitian bagi perkembangan koperasi,  serta memberi bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi,  selain memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan,  serta pengembangan jaringan usaha dan kerja sama.

 (E-018)***