Untuk Sejahterakan Warga OTD; Bupati Agar Ajukan K.E.K Jatigede 

67

BISNIS BANDUNG  – Untuk ketigakalinya Festival Pesona Jatigede  Kabupaten Sumedang digelar guna meningkatkan kunjungan  wisatawan ke Jatigede. Ribuan  wisatawan tumpah ruah terpusat di objek wisata Tanjung Duriat Pajagan, Kecamatan Cisitu yang berada di wilayah waduk Jatigede akhir pekan lalu.

Kegiatan yang melibatkan 3000 pecinta motor trail se-Indonesia,  diselenggarakan oleh Batras Hardfest bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI menggandeng Yayasan Kuda Renggong Sumedang (Yaskures) yang  untuk pertama kalinya menampilkan kurang lebih 300an kuda renggong yang melakukan atraksi secara kolosal .
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Jatigede ,  kawasan Jatigede harus segera dirubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan berdampak sosial terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Tadi saya lihat atraksi kuda renggong, bagus banget, ditambah keikutsertaan 3000 pemotor trail , Insya Allah tahun depan acara serupa ini akan lebih bagus lagi, anggarannya juga akan ditambah,  saya akan bantu dari segi koreografi, arasemen musik dan kemasan acaranya . Jadi yang datang ke Jatigede bakalan lebih banyak,  masyarakat disini bakal merasakan dampak positif,” ujar Arief.
Sebagai objek wisata yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Arif  mencontohkan desa wisata yang berada di Jawa Timur yang telah bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp.10 miliar/bulan.
Diakui Menpar, memang tidak mudah memperoleh KEK , tapi untuk hal ini agar Pemda Sumedang sesegera mungkin mengajukan usulan KEK tersebut ke Propinsi dan Pemerintah Pusat.
“Untuk usulan KEK bisa diajukan oleh Bupati, Gubernur atau Badan Usaha. Walau prosesnya tidak mudah, tapi tidak perlu khawatir, nanti ada tim Kementerian yang akan mendampingi,” tutur Kemenpar.
Selain itu, lanjut Arief, jika usulan KEK disetujui Menko Perkonomian, nanti didalamnya akan dibangunkan infrastruktur dan utilitas umum, seperti pembangunan jalan, air dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kalau dikebut (tidak molor), KEK bisa dikerjakan dalam waktu 3 (tiga) bulan atau paling lama 6 bulan. Jadi saya kira usulan paling cerdik untuk menjadikan kawasan Jatigede menjadi tempat wisata unggulan adalah KEK.Dengan begitu, pembangunan infrastruktur di kawasan itu akan sangat pesat , seperti  yang terjadi di Danau Toba, Tanjung Layang, Tanjung Lesung dan tempat wisata lainnya di Indonesia,” tandasnya.
                          Empat Desa

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan, untuk menunjang KEK tersebut, Pemkab Sumedang telah menyiapkan empat desa wisata , yakni Desa Pakualam, Jemah, Karang Pakuan dan Desa Jatigede.
“Mengembangkan wisata disini merupakan cara bagi warga orang terkena dampak (OTD) agar bisa memperoleh lapangan pekerjaan baru. Orang  datang kesini ,selain menikmati  pantai Jatigede, juga  untuk berbelanja. Oleh sebab itu,  gerakan wirausaha pemuda  digulirkan terutama di desa desa terdampak (OTD) pembangunan waduk Jatigede,” ungkap Dony.
Disinggung terkait  akses jalan ke objek wisata Jatigede, Dony menjelaskan, beberapa ruas jalan seperti jalan lingkar timur penghubung Jatigede – Jatinunggal – Wado telah siap digunakan. Tetapi untuk jalur proyek bekas akses jalan dump truk, sepenuhnya masih dalam tahap pengajuan ke Pemerintah Pusat.
Sejauh ini, lanjut Dony , pihaknya masih mengupayakan ke Kementerian PUPR supaya jalur proyek segera diperbaiki. Tapi kalau untuk jalur lingkar timur  ke arah  Panenjoan (Cijeunjing, Jemah, Cisampih, Ciranggem dan Mekarasih) saat ini sudah mulai dihotmix dan bisa digunakan oleh kendaraan. Kegiatan yang diselenggarakan Batras Hardfest 3, selain diisi dengan kegiatan adventure trail yang diikuti oleh 3.000 peserta , juga dilakukan kegiatan lainnya seperti, penanaman bibit pohon, penebaran benih ikan, penampilan 300 ekor kuda renggong berikut pengiring nya sebanyak 900 orang, 20 stand bazzar kuliner dan cinderamata unggulan Kabupaten Sumedang, serta bazzar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melibatkan warga setempat.
Hadir pada acara tersebut , selain anggota Komisi X DPR RI, Ratih Sanggarwati dan Anggota DPR RI Komisi VIII, Lilis Santika, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh. Novianto Firmansyah, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi dan  pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumedang serta artis dangdut, Fitri Carlina. (E-010) ***