Yayan : Secara Global; Industri Perikanan Indonesia Masih Lemah

92

BISNIS BANDUNG —Pengamat Ekonomi-Perdagangan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, Ph.D menyebut, gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pujiastuti yang menyatakan perang terhadap illegal fishing telah memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan produksi ikan tangkap di Indonesia.

                Berdasarkan  data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan lonjakan produksi ikan tangkap (ikan laut) terjadi pada tahun 2014 meningkat sebesar 37.23% dari 452 juta ton pada tahun 2013 menjadi 621 juta ton. Kemudian menurun karena adanya kebijakan moratorium Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan NKRI (Permen 56/KP/2014 dan Permen 10/KP/2015) produksi dari 621 juta ton menjadi 535 juta ton. Pada pada tahun 2017 meningkat  menjadi 657 juta ton . ”Kebijakan ini memberikan dampak signikan dari sisi produksi sekaligus mengembalikan kedaulatan produksi ikan tangkap dan meningkatkan kesejahteraan  para nelayan. Ini terbukti dengan rata-rata bulanan Indeks Nilai Tukar Nelayan yang Diterima

 (produktivitas nelayan) meningkat dari 116.90 pada tahun 2014, menjadi 146.97 pada tahun 2018,” papar Yayan , baru-baru ini di Bandung.

                Dikemukakan Yayan , secara domestik sektor perikanan tangkap mengalami peningkatan yang  signifikan. Tapi, jika  melihat kinerja ekspor sektor perikanan tangkap  justru sebaliknya. Menurut data Kementrian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik, perkembangan eksport komoditas non migas ikan dan udang (komposisi ) mengalami penurunan pada tahun 2015 sebesar 14.57% (2.6 miliar dolar), merangkak naik menjadi 9.97% (2.9 miliar dolar) pada tahun 2016, 11.96% pada tahun 2017 (3.2 miliar dolar) dan meningkat  7.66% pada tahun 2018 (3.5 milar dolar). Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2014 (3.1 miliar dolar), ekspor ikan dan udang tahun 2018 tercatat yang tertinggi . “Walau secara jumlah, nilai ekspor meningkat signifikan , kemampuan sektor perikanan tangkap Indonesia tidak mampu  mengadaptasi  standarisasi internasional. Walau dari sisi produksi dapat bermanfaat bagi nelayan tetapi secara global, daya saing industri perikanan Indonesia masih  lemah,” ungkapnya.

          Jenis komoditas yang diekspor Indonesia berupa ikan dan udang. Udang senilai 1.32 miliar dolar, tuna- cakalang- tongkol (0.5 miliar dolar), cumi-sotong-gurita (037 miliar dollar), rajungan-kepiting (0.37 miliar dolar), rumput laut (0.213 miliar dollar) dan komoditas lainnya 0.7 miliar dollar. Tujuan negara ekspor untuk komoditas tersebut , Amerika Serikat, Jepag, Belanda dan Tiongkok. Pada tahun ini pemerintah menargetkan ekspor ikan meningkat sebesar 10%.

(E-018)***