Mencerminkan Alam Tatar Sunda; Batik Tasikmalaya Menarik Minat Kalangan Remaja

115

Produk batik terkenal, biasanya akan menyebut  dari   Yogya, Solo atau Pekalongan. Namun kain batik asal Jawa Barat tidak kalah terkenal dari segi kualitas maupun kuantitasnya dari batik produksi  daerah Jawa Tengah. Di antara batik produk daerah Jawa Barat terdapat  Batik Priangan dengan sentra produksi di Tasikmalaya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Kampung Ciroyom dan Cigeureung, Kelurahan Nagarasari  Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya sebagai sentra penjualan batik Priangan yang kerap disebut  kampung batik. di Daerah  ini tidak kurang dari 28 unit usaha UKM  industri batik yang menyerap 409 tenaga kerja dan mampu menghasilkan produksi senilai Rp 8,49 milyar. Aksebilitas menuju lokasi cukup mudah , patokannya sesampai dikawasan pertokoan Yogya Mitra Batik  , sudah terlihat gapura besar bertuliskan Sentra Kerajinan Batik Tasikmalaya , perjalanan berlanjut sekitar 10 menit,setelah melintasi rel KA terlihat toko-toko yang menjual batik Tasik.

Batik asal Tasikmalaya secara umum memiliki karakter cukup  kuat yang berbeda dengan batik asal Jawa Tengah. Batik Tasikmalaya menggunakan warna yang kuat dan cerah, seperti merah, hijau, dan biru.Dari segi motif, batik Tasik sangat terkenal dengan corak  flora dan fauna. Hal ini  mencerminkan kondisi lingkungan yang ada di tanah Sunda, seperti corak baik bunga anggrek , burung, merak ngibing (tari), kulit kayu, motif rereng (keserasihan), buah kopi, burung bangau, dan lainnya. Filosofinya  agar selalu menjaga kelestarian alam sekitar.Sebenarnya  Batik Tasikmalaya  ada tiga motif yang terkenal .

  1. Batik Sukapura menyerupai batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna.
  2. Batik Sawoan menyerupai Batik Solo, didominasi warna coklat seperti buah sawo ditambah warna indigo dan ornamen warna putih.
  3. Batik Tasik memiliki ciri warna-warna yang cerah karena pengaruh dari batik pesisiran. Motif batik Tasikmalaya sangat kental dengan nuansa Parahyangan, seperti bunga anggrek dan burung.

Masyarakat di kampung batik melakukan aktivitas membatik di rumahnya masing-masing, sehingga tidak ada batasan waktu untuk dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat langsung proses membatik. Untuk membuat batik yang indah tersebut butuh keahlian, ketelitihan dan kesabaran. Penyelesaian satu helai kain batik dibutuhkan waktu sekitar satu tiga hingga empat jam. Karena memegang canting tidak sama seperti memegang pensil.Usaha pembuatan batik tidak hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, namun kiniu kalangan remaja pun  sudah bisa berkarya membuat batik. Proses pembuatan batik  dibuat melalui  teknik cetak dan  tulis.

Dengan menggeliatnya industri rumahan batik di Tasik telah mendorong giliat kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi yang diharapkan  dapat terus berkembang dan memiliki popularitas pasar tingat lokal maupun mancanegara. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sinergi  pihak-pihak terkait. (E-001) ***