Waspadai Negara-negara Mekong Ekspor Mobil Bukti Indonesia Punya Daya Saing

95

Beberapa produsen otomotif di Indonesia melakukan langkah ekspor,  sekaligus membuktikan bahwa Industri otomotid dalam negeri mempunyai daya yang saing dengan negara-negara lain. Kemampuan untuk mengoptimalkan konten lokal pada setiap produknya menjadi salah satu kunci utama.

Pemanfaatan konten lokal ini menjadi harapan baru seiring terbentuknya pendalaman industri automotif yang melibatkan para pemasok komponen. Kondisi ini dinilai positif karena memberikan dampak turunan yang luas.

Berdasar data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) , sektor alat angkutan memberikan kontribusi 1,86% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2018. Sebagai gambaran,  produksi kendaraan roda empat atau lebih mencapai 1,34 juta unit dengan total penjualan di dalam negeri sebanyak 1,15 juta unit.

Tahun lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, volume ekspor mobil Indonesia mencapai 264.553 unit, naik 14,4% dibanding 2017 yang hanya 231.169 unit. Kenaikan juga dialami ekspor komponen yang pada tahun lalu tercatat sebanyak 86,6 juta pcs, tumbuh 6,6% dibanding 2018 sebanyak 81,2 juta pcs.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah semakin gencar menggenjot industri manufaktur agar aktif meningkatkan ekspor guna menguatkan struktur perekonomian nasional. Dia mengakui, otomotif merupakan salah satu sektor yang berperan besar memberikan devisa negara dari kegiatan ekspor.

“Kami juga terus mendorong industri substitusi impor dan orientasi ekspor. Untuk itu, perlu terus melakukan peningkatan investasi agar produksi mampu bersaing,” kata Airlangga di Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Ekspor Honda Brio merupakan langkah awal PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk menggeber pasar internasional. Dalam jangka waktu dua tahun sampai 2021, direncanakan nilai ekspor Honda bakal naik sampai Rp 25 triliun atau dua kali lipat.

“Sejak tahun 2013, PT HPM telah melakukan ekspor CKD (komponen terurai) untuk 11 model kendaraan bermotor roda empat ke-12 negara tujuan ekspor di benua Asia dan Amerika. Sampai dengan tahun fiskal 2018, nilai ekspornya mencapai Rp 12 triliun,” kata Airlangga.

Nilai ekspor Brio ke Vietnam dan Filipina mencapai kurang lebih Rp 1 triliun dan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sudah mencapai 89%.

Untuk meningkatkan ekspor automotif nasional, Gaikindo pun terus melobi pihak prinsipal agar menambah investasi dan produksi mobil di Indonesia. Hal ini, selain dimaksudkan untuk memenuhi pasar domestik juga mendorong pertumbuhan ekspor.

Indonesia menyumbangkan sepertiga dari kawasan ASEAN dalam hal penjualan mobil di seluruh dunia. Sementara pasar potensial yang berdekatan dengan Indonesia adalah Australia. Di Negara Kanguru , kebutuhan mobil mencapai 1,4 juta unit/tahun yang keseluruhannya di impor karena Australia tak lagi memiliki industri manufaktur. Apalagi, Indonesia memiliki jarak cukup dekat dengan Australia, sehingga proses pengapalan hanya membutuhkan waktu sepekan. Namun, yang patut diwaspadai adalah persaingan dengan Thailand dan negara-negara “Mekong” seperti Kamboja, Myanmar dan Vietnam. (E-002)***