Tahun 2019 Pemerintah Menargetkan Ekspor Alas Kaki USD 6,5 Miliar 

81

BISNIS BANDUNG– Jawa Barat dikenal merupakan salah satu pusat  produsen alas kaki di Indonesia. Berdasar data, industri kecil alas kaki di Jabar tercatat sebanyak 7.356 unit , industri menengah 162 unit usaha dan industri besar  49 unit. Jumlah produsen alas kaki di Indonesia, 40,55% di antaranya berada di Jawa Barat .

Dikemukakan Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia, Heru Budi Susanto, SE,MT , Jawa Barat memiliki kualitas sepatu cukup bagus,  terbukti dari lahirnya banyak brand sepatu asal Jawa Barat yang banyak diminati masyarakat dalam maupun luar negeri.

Menurut Heru, industri persepatuan tumbuh signifikan. Faktor yang mempengaruhinya antara lain , kebutuhan fashion bagi anak muda. Selain menjadi kebutuhan primer dan tren fashion kalangan anak–anak muda.

Kebutuhan alas kaki berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk. Selain dukungan ketersediaan tenaga kerja terampil di industri alas kaki serta bahan baku yang mudah didapatkan.

Sementara beberapa faktor yang bisa menjadi menyebabkan produksi persepatuan turun. Penyebab utama adalah turunnya daya beli masyarakat . Berkurangnya jumlah pasokan bahan baku dan pendukungnya . UMK yang tinggi  dan ketersediaan tenaga kerja.

Hampir 60% bahan baku dan bahan pendukung pembuatan alas kaki masih harus diimpor. Termasuk ketatnya persaingan dengan negara–negara produsen sepatu , seperti Vietnam dan China. Kemudian persoalan logistik, kepabean dan energi masih menjadi masalah besar sehingga menyebabkan biaya produksi tinggi.

Pada tahun 2018 ekspor alas kaki  mengalami peningkatan sampai 4,13%. Dari  tahun 2017 dengan nilai ekspor  USD 4,91 miliar, menjadi USD 5,11 miliar pada tahun 2018. Pada tahun 2019 pemerintah menargetkan ekspor alas kaki dari Indonesia mencapai USD 6,5 miliar , bahkan berharap bisa menembus angka USD 10 miliar dalam empat tahun kedepan. Pemerintah optimis target 2019 akan tercapai, didukung adanya perjanjian dagang internasional yang semakin membuka peluang ekspor. Selain itu, sudah ditandatanganinya CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA) , juga akan memberi peluang untuk memperluas ekspor bagi produk manufaktur.

Berdasar data BPIPI tahun 2018 di Jawa Barat terdapat 7.356 industri kecil, 162 industri menengah dan 49 industri besar  dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 72.911. Kemenperin mencatat 74 kawasan industri di Indonesia, 24 kawasan di antaranya berada di Jawa Barat. Industri alas kaki banyak tumbuh di Bandung, Tasikmalaya, Bogor dan Tangerang. Peta Potensi Industri Alas Kaki BPIPI tahun 2018, jumlah industri alas kaki di Indonesia sejauh ini kurang lebih  18.657 , jumlah ini terus meningkat  dari tahun ketahun.

”Melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia sektor alas kaki terus ditumbuhkan dan peningkatan SDM alas kaki menjadi fokus utama pada pengembangan industri alas kaki,” pungkas Heru, baru-baru ini. (E—018)***