Rp 50 Miliar untuk Tuntaskan Proyek Sawah Baru Caringin

72

BISNIS BANDUNG- Persoalan alokasi anggaran antar pusat dan daerah yang menjadi penghambat percepatan pencetakan sawah baru lewat proyek daerah irigasi (DI) di Caringin Kabupaten Sukabumi  sudah teratasi. Kini proyek sawah itu dilanjutkan yang diharapkan selesai tahun 2019.

“Alokasi anggaran yang menjadi kendala pembangunan DI Caringin tahun 2018 tidak ada masalah lagi  diatasi dengan dana alokasi khusus  provinsi,” kata  Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Dr.Linda  Al Amin kepada  wartawan dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Taman Gedung Sate,  Kamis (4/4).

Dana alokasi khusus  (DAK) yang digulirkan untuk memperlancar pembangunan DI Caringin tersebut sebesar  Rp50 miliar,  sudah masuk dalam APBD Jabar.

Sebagaimana diketahui, DI Caringin dibangun tahun 2016 lalu, dengan tahapan pembuatan jalan akses (Pembebasan lahan dan pembuatan jalan ) sudah dilaksanakan, namun pada tahun 2018 APBN untuk DI Caringin tidak turun, sehingga pembangunan pun terhenti.

Menurut Sekretaris Dinas SDA,  Andri Heriyanto menambahkan dana sebesar Rp50 miliar tersebut akan dipergunakan untuk membangun dua item pekerjaan, yaitu  pembangunan bendungan, tubuh bendung sebagai lanjutan dan penataan, dan kantong ukur. Nilainya Rp10 miliar.

Sedangkan Rp.40 Miliar lagi akan dipergunakan untuk pembangunan saluran primer 3,4 km, talang dua  buah dan bangunan padat 3 buah. Secara keseluruhan, DI Caringin nanti akan memiliki panjang saluran primer sekitar 7 km.

“Dengan panjang saluran prime 3,4 km terairi 200-300 ha, bila sudah seluruhnya mampu mengairi seluas 2.018 ha,” kata Andri.

 

Bendungan  strategis

Berbicara bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang,  Dr.Linda  menyatakan sudah selesai. Meski begitu,  masih tersisa tujuh  bendungan lagi.

“Delapan bendungan strategis nasional yang ada di Jawa Barat itu, bagi dari 65 bendungan baru yang akan dibangun se Indonesia sampai 2023,” katanya seraya menjelaskan kedelapan bendungan tersebut terdiri atas  bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang.

Kemudian,  bendungan Kuningan di kabupaten Kuningan, bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang – Kabupaten Indramayu. Bendungan Leuwikeris di kabupaten Tasikmalaya – Kabupaten Ciamis dan Bendungan Matenggeng di Kabupaten Ciamis – Kabupaten Pangandaran.

“Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, sudah selesai, tetapi belum beroperasi secara maksimal, masih dalam tahap ujicoba,” kata Linda.

Bendungan-bendungan lainnya, ada yang sudah mulai dibangun, ada baru tahap perencanaan dan ada juga yang masih tahap membebasan lahan,  diperkirakan ke tujuh  bendungan sisanya  bisa selesai pada akhir tahun 2022 atau 2023.

Adapun lima sumber daya air yang direvitalisasi untuk menjadi sumber daya air multifungsi adalah Waduk Darma Kuningan, Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat, Rawakalong Kota Depok, Kalimalang di Kota Bekasi, Breakwater Pangandaran Kabupaten Pangandaran. (B-002)***