Trotoar Jadi Lahan Parkir

92

SALAH satu  sudut ruang kota yang  kerap menjadi  sorotan masyarakat adalah keberadaan trotoar. Apakah trotoar bisa berfungsi dengan baik atau malah  sebaliknya dibiarkan tidak terurus? Ya, idealnya trotoar  itu selain berfungsi bagi pejalan kaki, juga  mampu menciptakan rasa aman dan nyaman.

Sebut saja  trotoar di Jalan Stasiun Timur, Kota Bandung  menjadi perbincangan karena sudah rusak parah dan membahayakan pejalan kaki. Di trotoar yang berada di kawasan Stasiun Kereta Api Bandung ini, para pejalan kaki pun terpaksa berjalan ke bahu jalan untuk menghindari trotoar yang berlubang.

Trotoar selebar 60 sentimeter tersebut di beberapa titik sudah berlubang,  tampak sampah plastik berserakan. Kemudian  keramik trotoar  juga pecah dan kondisinya tidak rata.

Pemkot Bandung diharapkan segera  memperbaiki trotoar seluruhnya, termasuk bagiamana efektifitas akses bagi warga disabilitas. Ini penting karena  fungsi trotoar juga  untuk memfasilitasi warga disabilitas, khususnya tuna netra dan tuna daksa.

Fungsi trotoar juga kerap terusik oleh program pemerintah sendiri. Terdapat sejumlah titik trotoar yang malah dihalangi pot bunga atau objek hiasan lain, terutama di jalur pemandu tuna netra.

Di Jalan Asia Afrika dan Ir. H. Djuanda, area peneduh (shelter box) juga disesalkan warga pengguna kursi roda. Lebar ruang di dalam boks berisi dua kursi berhadapan tersebut masih bisa dilintasi kursi roda.

Namun, rangka bawah berbahan besi ruang itu memiliki beda ketinggian dengan trotoar. Dengan dimensi boks nyaris memenuhi seluruh ruang trotoar, tidak ada pilihan lain selain melintasi ruang tengah boks tersebut meski harus bersusah payah.

Memang boks tersebut merupakan inovasi bagus untuk Bandung yang beriklim tropis. Bagi wisatawan, ruang berteduh itu berguna di saat panas terik dan tempat rehat seusai wisata dengan berjalan kaki.

Fungsi trotoar setelah revitalisasi juga tidak bertahan lama. Sebagian besar trotoar telah menjadi lahan parkir sepeda motor. Di beberapa titik kendaraan roda empat pun kerap memarkirkan kendaraannya di atas trotoar.

Ruang pejalan kaki yang diisi aktivitas itu kebanyakan di sekitar pusat keramaian. Di Jenderal Sudirman ruas Jalan Kelenteng-simpang Jamika, trotoar menjadi area pasar tumpah. Di pinggiran kota, trotoar yang sudah direvitalisasi tetap menjadi lahan parkir kendaraan warga atau aktivitas ekonomi.

Diansari, Sarijadi Bandung

0859591759xx

RUMAH bagus tak ada artinya jika sering kebanjiran. Tolong pa gubernur, bupati, walikota kerahkan kemampuan anda  utk menghalau banjir

0858048723xx

AYO datang  ke TPS, jangan malas… karena  kita ikut menentukan  nasib bangsa dan negara

0812162727xx

BETULKAH massa besar  kampanye, tak menjamin kemenangan di Pilpres. Mari kita buktikan  di 17 April pekan depan.

0821261266xx

BANJIR, macet, rariweuh….lagi musim.  Sing sabar anaking…