Pasar Inpres Sumedang Kondisinya Memprihatinkan Kumuh dan Tidak Terpelihara

52

BISNIS BANDUNG – Keberadaan Pasar Inpres Sumedang yang sempat menjadi idola masyarakat sebagai tempat berbelanja,  kini kondisinya memprihatinkan. Kondisi area  pasar sangat kumuh dan  tidak terpelihara .
Kepala Diskoperindag Sumedang Dadang Sukma mengakui, jika kondisi pasar inpres saat ini  memprihatinkan karena ditinggalkan konsumen. Bahkan lebih terpuruk dibanding dengani pasar tradisional yang ada di kecamatan-kecamatan se Sumedang , baik dari segi bangunan maupun dari pemeliharaan yang terkesan tidak terurus. Pihak Pemkab Sumedang berencana  akan melakukan renovasi Pasar Inpres ini pada tahun 2020 mendatang.

“Untuk saat ini kondisinya masih seperti itu,karena untuk perbaikan dibutuhkan biaya atau anggaran  tidak sedikit,”tutur Dadang , Senin (15/4/19)menjawab pertanyaan wartawan soal rencana renovasi pasar  pasar inpres.

Diakui Dadang , jika anggaran perbaikannya pasar  hanya mengandalkan APBD Sumedang, tentu tidak akan mencukupi karena sejauh tidak ada anggaran untukpemeliharaan Pasar Inpres Sumedang ,sehingga wajar saja kondisi pasar saat ini tidak terawat dan terkesan kumuh.Tapi kami berupaya mencari solusinya agar sedikit demi sedikit bisa dibenahi . “Untuk tahun ini  ada  anggaran pemeliharaan Pasar Wado sebesar Rp160 juta. Itupun hanya untuk perbaikan jalan dan lingkungan Pasar Wado saja,” ujar Dadang.

Dadang berharap  renovasi Pasar Inpres  bisa terwujud  sesuai dengan prosedur dan anggaran yang tersedia agar pasar Inpres Sumedang kembali meraih dan menarik banyak konsumen, sehingga program  pemberdayaan pasar tradisional di Sumedang dapat terealisasikan. (E010)***