Kebun Raya Purwodadi Dikembangkan Dr Lourens Miliki 10.000 Koleksi Pohon Langka

242

Kebun Raya Purwodadi merupakan salah satu kebun tempat penelitian besar  Jawa Timur. Luasnya mencapai 85 hektare dengan sekitar 10.000 koleksi berbagai jenis pohon dan tumbuhan lain. Kebun Raya Purwodadi didirikan pada  30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten sebagai pengembangan dari Stasiun Percobaan ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Purwodadi  merupakan salah satu dari tiga pengembangan Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki  fungsi spesifik. Kedua  lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali yang pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sebagai Balai Konservasi Tumbuhan, kebun raya ini berada di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI. Kepala Kebun Raya Purwodadi yang pertama adalah Johannes Viets  (tahun 1941 – 1942) . Pada masa kepemimpinan Johannes Viets  dibuat sistem pengembangan kebun raya berdasarkan keilmuan , termasuk kebutuhan kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar  sebuah kebun raya melalui pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Tahun 1980 sebagian tanaman ditata berdasar kelompok atau jenis /klasifikasi sistem Engler dan Pranti.  Kebun Raya Purwodadi dicanangkan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Selain tempat penelitian tanaman, kini Kebun Raya Purwodadi merupakan salah satu objek wisata di Jawa Timur . Bagi wisatawan  yang ingin mengelilingi kebun raya  dapat meniti jalan setapak menggunakan sepeda sewaan atau jalan beraspal menggunaka mobil . Bila lelah berjalan kaki, wisatawan dapat meneruskan  perjalanan menggunakan kereta api mini. Namun jika Anda berniat meneruskan perjalanan  ke arah timur Kebun Raya, kita  harus ekstra hati – hati karena jalannya menurun tajam. Memang , di sebelah timur wilayah Kebun Raya Purwodadi terdapat tempat obyek lain yakni Coban Baung, sebuah air terjun  dengan alam sekitarnya sejuk. Meski salah satu kebun raya terbesar di Indonesia, tiket masuk Kebun Raya Purwodadi dipatok , harganya cukup murah , sehingga tak heran pada akhir pekan , obyek ini selalu dipenuhi  pengunjung  lokal mapun dari luar Kota Purwodadi.Tiket Masuk Kebun Raya Purwodadi Rp.6.000/orang,parkir  motor Rp2.000, mobil Rp 10.500.

Begitu masuk kebun raya,  kita akan disuguhi pemandangan  hijau aneka tumbuhan , pohon-pohon besar yang rindang . Pada batang pohon terdapat papan nama pohon dan  penjelasannya.Selain koleksi pohon , di area kebun raya  terdapat danau buatan cukup besar yang digunakan untuk ber sepeda air. Juga taman untuk bermain anak, kolam renang anak dan ada kereta api kelinci yang dioperasikan pada libur.  Di kebun raya Purwodadi terdapat dua taman unggulan ,  yakni taman bougenville dan taman meksico yang sering digunakan oleh para pengunjung sebagai obyek atau background berfoto.Selain itu juga terdapat beberapa spot yang menarik  yang sayang bIla Anda lewatkan ketika berkunjung ke tempat ini. Sebagaimana Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi pun memiliki mitos yang tak bisa dibuktikan kebenarannya. Bukan Kebun Rayanya, namun air terjun di belakangnya yang konon angker dan sering meminta tumbal pengunjung yang datang ke sana. Konon ada seorang anak muda yang hilang dan tidak ditemukan sesudah mandi di telaga Coban Baung tersebut diduga karena dijadikan tumbal oleh makhluk penunggunya. (E-001) ***