12 Petugas KPPS Meninggal Sebagai Pahlawan Demokrasi

41

BISNIS  BANDUNG- DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan peristiwa 12 petugas KPPS (Kelompok Peneyelenggara Pemungutan Suara)  di TPS yang meninggal saat dan seusai bertugasan pada Pemilu 2019 harus menjadi catatan pihak terkait agar pada penyelenggaran pemilu selanjutan menjadi lebih baik lagi.“Tentunya ini harus menjadi catatan, harus menjadi catatan atau perhatian agar pada pelaksanaan Pemilu nanti bisa lebih baik lagi,” kata Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari di Bandung, Minggu.

Secara pribadi dan institusi, kata Ineu, dirinya berbelasungkawa atas meninggalnya petugas TPPS yang wafat saat melaksanakan atau seusai bertugas menjadi petugas TPS di Pemilu 2019.

“Tentunya kami prihatin dan ikut berduka atas peristiwa tersebut. Menurut saya mereka layak atau pantai disebut sebagai pahlawan demokrasi ya,” kata Ineu.

Dia mengatakan pihak terkait seperti KPU dipastikan akan memikirkan langkah-langkah terbaik pasca kejadian tewasnya petugas KPPS saat atau seusai bertugas.

“Saya yakin ini KPU provinsi dan kabupaten/kota akan menyampaikan permasalahan ini ke pusat dan akan memikirkan solusi terbaiknya,” kata Ineu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan 12 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Barat yang meninggal dunia saat atau seusai bertugas terkait pelaksanaan Pemilu 2019 adalah pahlawan pemilu.

“Petugas KPPS yang meninggal tersebut sebagai pahlawan pemilu,” kata Gubernur Emil seusai melantik kepala daerah Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis, di Gedung Sate Bandung, Sabtu.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini mengusulkan ke-12 nama petugas KPPS tersebut diabadikan di Museum Demokrasi yang akan dibangun Pemprov Jawa Barat bekerja sama dengan KPU maupun Bawaslu.

“Memang ada rencana membangun Museum Demokrasi dan didalamnya akan ada tribute to pahlawan pahlawan demokrasi,” katanya.

Dikabarkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana memberikan santunan untuk petugas KPPS  yang meninggal dunia dan sakit.  Besaran santunan masih akan dibahas KPU bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurut  Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU,  jumlah Petugas KPPS meninggal bertambah jadi 90 Orang.  Dan KPU telah merencanakan usulan besaran santunan untuk tiap-tiap korban. Usulan besaran santunan untuk keluarga korban meninggal dunia kisaran Rp 30-36 juta rupiah.

“Kemudian untuk yang cacat maksimal Rp 30 juta. Nanti tergantung pada jenis musibah yang diderita kalau cacat,” ujar Arief.

Sementara untuk korban luka, besaran santunan yang diusulkan ialah Rp 16 juta. Baca juga: Ketua KPPS Lampung Utara Ditembak di Rumahnya, Ini Penjelasan Polisi Besaran ini masih akan dibahas bersama Kemenkeu, termasuk mekanisme pemberian dan mekanisme penyediaan anggarannya.

“Karena anggaran KPU tidak ada yang berbunyi nomenklaturnya santunan, maka kami

 akan usulkan  dari pos mana untuk bisa membiayai santunan ini,” ujar Arief. (B-002)***