Duh… Pemilu 2019 Banyak Yang Gugur

54

ALHAMDULILLAH  kita bersyukur pada Tuhan  Yang Maha Esa atas penyelenggaraan hajatan besar  demokrasi atau Pemilu 2019  secara  serentak berlangsung  reatif lancar dan  aman. Kendati begitu menyisakan  PR bahwa pesta demokrasi  itu banyak menelan  korban jiwa dan  yang jatuh sakit lantaran kelelahan  akibat  sistemnya  rumit baik yang dirasakan  panitia  di TPS maupun masyarakat  yang memilihnya.Bahkan, sebelum  pemilu   berlangsung banyak  pakar yang  mengkhawatirkan menimbulkan  permasalahan, karena  dinilai  rumit dan unik dengan disatukannnya  pemilihan legislatif dan presiden.  Apa yang diprediksi  itu menjadi kenyataan, suasana pun  menjadi bising.

Sebut  saja sosialisasi  kepada masyarakat  yang  minim, termasuk kurangnya pemahaman  aturan  main  yang harus dilaksanakan oleh KPPS. Belum lagi  saat  quick  count (hitung cepat)  yang dilakukan lembaga survei yang memicu  kontroversi yang tidak berkesudahan.

Saya sependapat  dengan banyaknya pendapat akhir-akhir ini bahwa Pemilu 2019 perlu dievaluasi terkait sejumlah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) maupun anggota Polri yang gugur saat melaksanakan tugas.

Kita tidak boleh membiarkan  penyelenggaraan pemilu yang   rumit,  sehinggga banyak menimbulkan  korban baik  kalangan KPPS maupun  aparat keamanan, khususnya  di kepolisian.  Saya mendukung supaya terus  dievaluasi  secara matang, termasuk lamanya  waktu   kampanye  yang mencapai  tujuh  bulan lebih.

Boleh jadi salah satu evaluasi yakni perlunya pemisahan antara Pilpres dengan Pileg sehingga beban panitia tidak terlalu berat.Termasuk  dalam pemilihan  caleg dilakukan secara  tertutup. Ya, memilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung.

Solusi lainnya bisa juga  pemilihan presiden disatukan  dengan pemilihan  anggota legislatif pusat, yakni  DPR  dan DPD.  Sedangkan  pemilihan   anggota   DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota  disatukan dengan  pemilihan  gubernur, bupati/walikota.  Ini sekadar usulan yang bisa dipertimbangkan  oleh  anggota  DPR   dan DPD  serta pemerintah  dalam merivisi  undang-undang  penyelenggaraan pemilu ke depan.

Usulan ini,  sebagai respons  atas Pemilu 2019  yang  dilaksanakan  Rabu (17/4/2019) secara serentak baik pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif, banyak  merenggut  jiwa.

Konon hingga  pekan ini, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 91 orang tersebar di 19 provinsi, dan 374 petugas sakit. Sedangkan  jumlah polisi yang gugur dalam tugas pengamanan pemilu sebanyak 15 orang.

Roni Arifin, Caringin Bandung