Jalur Mudik Tol Cisumdawu Perlu Perhatikan Keselamatan

72

BISNIS BANDUNG-  Jika Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)  serius bakal  dipergunakan  jalur mudik lebaran 2019,  semestinya ditinjau ulang yang  berkaitan dengan  faktor keamanan dan keselamatan para pengendara yang  mudik ke kampung halamannya tahun ini.Jalur Mudik Tol Cisumdawu Perlu Perhatikan KeselamatanPengerjaan proyek  fisik Tol Cisumdawu sudah hampir rampung dan  dapat dilalui oleh kendaraan.  Kendati begitu, hingga kini  belulm dilakukan uji kelayakan,  khususnya untuk ruas Rancakalong-Sumedang tepatnya di seksi II Cisumdawu.

“Ya, logisnya  harus layak pakai. Dan ini yang harus diperhatikan betul,” ujar  Wakil Ketua Komisi IV DPRD  Jabar,  H.Daddy  Rohanady kepada wartawan saat dihubungi, pekan ini.

Uji kelayakan tol tersebut wajib dilakukan, mengingat   berkaitan dengan keselamatan pemudik ketika melaksanakan rutinitas mudik.  Selain itu, kelengkapan pendukung juga harus dilihat, semisal rambu-rambu lalu lintas, termasuk lampu penerangan jalan, terutama di bagian terowongan yang panjangnya mencapai 472 meter  tersebut.

“Terowongan itu kan cukup panjang, sehingga wajib dilengkapi lampu lalu lintas. Intinya jangan dulu digunakan,  kalau  belum  dilengkapi lampu penerang,” katanya.

Ia  mengakui belum melakukan pengecekan atas  kondisi ruas Tol Cisumdawu yang telah rampung hingga direncanakan untuk dipakai sebagai jalur alternatif mudik.  Namun, berdasarkan pengecekan terakhir yang dilakukan beberapa bulan lalu, masih banyak yang harus dikerjakan.

Jangan dulu

“Saya kembali tegaskan, jika belum layak, mending jangan digunakan,  ketimbang  bakal berisiko terhadap keselamatan,” sambungnya.

Menurut Daddy, pada Lebaran  tahun lalu sebenarnya Tol Cisumdawu sudah direncanakan dijadikan jalur alternatif untuk para pemudik. Akan tetapi rencana tersebut tak kunjung terealisasi karena terkendala sejumlah persoalan, terutama persoalan pembebasan lahan

“Di Seksi 1 fase 1 dan 2 kan masih ada persoalan pembebasan lahan. Itu sebenarnya lahan milik IPDN, tapi ada warga yang menggugatnya. Gugatan pertama IPDN menang, lalu warga kembali melayangkan gugatan kedua,”katanya.

Karena itu, dia mendesak pemerintah untuk menuntaskan persoalan tersebut. Sebab, Seksi 1 dan Seksi 2 Tol Cisumdawu menjadi kewajiban pemerintah dalam hal pembangunannya.

“Tol Cisumdawu ini kan tidak semua dibangun oleh konsorsium, ada kewajiban pemerintah di Seksi 1 dan 2, ini yang harus segera dituntaskan,” tandasnya.

Proyek Tol Cisumdawu sepanjang 60,1 km terbagi ke dalam dua fase. Fase I terdiri dari seksi I dan II, mulai ruas Cileunyi hingga Rancakalong menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sedangkan  fase II terdiri dari seksi III-VI, mulai ruas Sumedang hingga Dawuan, Kabupaten Majalengka yang menjadi tanggung jawab pihak konsorsium, yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

PT CKJT membangun seksi III (Sumedang-Cimalaka) sepanjang 4,05 km, seksi IV (Cimalaka-Legok) sepanjang 8,20 km, seksi V (Legok-Ujung Jaya) sepanjang 14,9 km, dan seksi VI (Ujung Jaya-Dawuan) sepanjang 6,07 km.(B-002)***